MALANG, RADAR MALANG– Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas hingga sekitar 176 hektare pada Sabtu (8/8). Api juga mulai bergerak ke arah timur menuju kawasan Bukit B29 akibat hembusan angin, sehingga seluruh akses wisata Gunung Bromo ditutup.
Perkembangan tersebut membuat Balai Besar TNBTS mengambil langkah penutupan total jalur wisata dari empat pintu masuk. Kebijakan itu diberlakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan wisatawan sekaligus memudahkan petugas melakukan penanganan kebakaran.
Api Merambat ke Arah Bukit B29
Pergerakan api ke arah timur menuju Bukit B29 menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian dalam penanganan kebakaran. Hembusan angin membuat kobaran api berpotensi menjalar ke area lain di kawasan TNBTS.
Baca Juga: BNPB Siapkan Hujan Buatan, Karhutla Bromo Masih Meluas
Petugas gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Kondisi medan yang sulit dijangkau dari darat membuat penanganan tidak hanya mengandalkan personel di lapangan.
Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing
Dua helikopter dikerahkan untuk membantu pemadaman melalui metode water bombing. Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas melalui jalur darat.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Bromo Meluas Jadi 127 Hektare, Helikopter hingga Drone Water Bombing Dikerahkan
Penutupan seluruh akses wisata Gunung Bromo menjadi bagian dari langkah pengamanan selama proses penanganan berlangsung. Wisatawan untuk sementara tidak dapat memasuki kawasan wisata melalui empat pintu masuk yang biasanya digunakan.
Dengan luas area terdampak yang telah mencapai sekitar 176 hektare, proses pemadaman dan pemantauan masih terus dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Editor : Aditya Novrian