MALANG, RADAR MALANG – Wisata Gunung Bromo ditutup total mulai Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kaldera Bromo meluas. Setelah penutupan, fokus tim gabungan beralih pada pengendalian api, pengamanan kawasan, serta evaluasi kondisi sebelum akses wisata dipertimbangkan untuk dibuka kembali.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) Nomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026. Penutupan berlaku di seluruh akses wisata, yakni Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro.
Kepala BBTNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan diperlukan agar petugas dapat lebih maksimal melakukan pemadaman sekaligus mengutamakan keselamatan pengunjung.
“Penutupan dilakukan untuk efektivitas upaya pemadaman serta dengan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pengunjung,” kata Rudijanta dalam siaran pers yang diunggah di Instagram @bbtnbromotenggersemeru.
Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas hingga 176 Hektare, Begini Kondisi Terkininya
Fokus Utama Kini Pengendalian Titik Api
Setelah akses wisata ditutup, operasi penanganan kebakaran menjadi prioritas. Hingga Sabtu malam, api belum sepenuhnya padam dan kembali merambat ke arah timur menuju kawasan Bukit B29 akibat hembusan angin.
“Belum padam, api merambat lagi karena angin, merambat ke timur arah ke kawasan B29,” ujar Rudijanta.
Luas area terbakar berdasarkan data terakhir mencapai sekitar 176 hektare. Namun, angka tersebut belum menjadi luasan final karena api masih bergerak dan penghitungan terbaru belum dilakukan.
Petugas gabungan kini berkonsentrasi mengendalikan titik api di sekitar B29 dan Jantur. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Dua helikopter dikerahkan untuk operasi water bombing. Pada Sabtu, operasi tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Masing-masing helikopter melakukan delapan kali penerbangan dari Ranu Pani menuju kawasan Bromo.
Operasi udara sempat dihentikan karena kondisi cuaca. Pemadaman akan kembali dilakukan ketika kondisi memungkinkan.
Selain helikopter, BPBD Jawa Timur mengoperasikan drone water sprayer. Dari jalur darat, petugas membuat jalur kendali api sekaligus melakukan pembasahan pada area yang dinilai rawan.
Baca Juga: BNPB Siapkan Hujan Buatan, Karhutla Bromo Masih Meluas
Wisatawan Bisa Reschedule atau Refund Tiket
Penutupan kawasan tidak membuat tiket wisata yang sudah dibeli wisatawan otomatis hangus. BBTNBTS memberikan dua pilihan bagi pengunjung yang jadwal kunjungannya terdampak, yakni menjadwal ulang kunjungan atau mengajukan pengembalian dana.
Pengajuan reschedule maupun refund dilakukan melalui formulir yang disediakan dan disampaikan kepada admin aplikasi booking online TNBTS.
Dengan skema tersebut, wisatawan yang sudah memiliki tiket tidak perlu memaksakan kunjungan selama kawasan masih ditutup karena alasan keselamatan.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Bromo Meluas Jadi 127 Hektare, Helikopter hingga Drone Water Bombing Dikerahkan
Pembukaan Bromo Menunggu Kondisi Aman
Belum ada tanggal pasti kapan wisata Bromo kembali dibuka. Dalam pengumuman resminya, BBTNBTS menyatakan penutupan berlaku mulai 8 Agustus pukul 22.00 WIB sampai batas waktu yang akan diumumkan lebih lanjut.
Artinya, pembukaan kawasan tidak ditentukan berdasarkan tanggal tertentu. Kondisi kebakaran, hasil evaluasi lapangan, serta faktor keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi pertimbangan sebelum akses wisata dibuka kembali.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan masih berupaya mengendalikan api agar tidak kembali meluas. Selama proses tersebut berlangsung, seluruh akses wisata tetap ditutup dan masyarakat diminta mematuhi kebijakan BBTNBTS.
Dengan demikian, tahapan setelah penutupan bukan sekadar menunggu api padam. Petugas harus memastikan titik api terkendali, melakukan pemantauan kawasan, mengevaluasi tingkat keamanan, dan memastikan akses wisata benar-benar aman sebelum Bromo kembali menerima pengunjung.
Editor : Aditya Novrian