GONDANGLEGI, RADAR MALANG – Terminal Gondanglegi bakal disulap menjadi titik transit menuju kawasan wisata Malang Selatan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang menyiapkan konsep terminal wisata yang terintegrasi dengan angkutan umum, Trans Jatim Koridor II, hingga kendaraan wisata. Revitalisasi terminal tersebut diusulkan mendapat anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Rencana itu disiapkan untuk menghidupkan kembali fungsi Terminal Gondanglegi yang selama ini belum berjalan optimal. Sepinya penumpang membuat sejumlah angkutan umum lebih memilih berhenti di sekitar Pasar Gondanglegi dibanding masuk ke area terminal di Jalan Dr Wahidin, Desa Gondanglegi Kulon.
Terminal Gondanglegi Diarahkan Jadi Titik Transit Wisata
Konsep baru Terminal Gondanglegi diarahkan sebagai titik transit perjalanan menuju destinasi wisata di Malang Selatan. Terminal nantinya tidak hanya melayani angkutan pedesaan, tetapi juga menjadi lokasi transit angkutan wisata dan dilengkapi pusat informasi pariwisata.
Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, konsep tersebut mulai dipertimbangkan seiring adanya sejumlah proyek transportasi yang berpotensi meningkatkan mobilitas di Gondanglegi. Salah satunya rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor II yang akan melintasi kawasan tersebut.
“Kurang lebih sama seperti di Tumpang. Ada tempat untuk angkutan wisata, angkudes, juga pusat informasi wisata. Namun, jelasnya akan seperti apa tentu kami menunggu anggarannya terlebih dahulu,” kata Eko.
Rencana tersebut juga berkaitan dengan pengembangan akses menuju kawasan pantai selatan. Perbaikan jalur Gondanglegi-Bantur-Balekambang diharapkan membuka pergerakan wisatawan yang lebih besar dari wilayah Gondanglegi menuju Balekambang dan sejumlah destinasi di sekitarnya.
Dishub menilai kapasitas Terminal Gondanglegi masih memadai untuk mendukung konsep tersebut. Area terminal diproyeksikan dapat menampung sekitar lima unit bus kecil atau kendaraan sedang serta 20 unit angkutan kota atau angkutan pedesaan.
“Untuk daya tampung kurang lebih lima unit armada bus kecil atau kendaraan sedang serta 20 unit angkudes atau kendaraan kecil,” terang Eko.
Trans Jatim dan Angkudes Bakal Terintegrasi
Kehadiran Trans Jatim Koridor II menjadi salah satu pengungkit yang diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas Terminal Gondanglegi. Bus tersebut direncanakan masuk ke terminal sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepanjen hingga Kota Malang.
Baca Juga: Pencairan Dana Feeder Bus Trans Jatim Tunggu Regulasi dari Pemkot Malang
Di sisi lain, angkutan pedesaan yang selama ini melayani kawasan Gondanglegi juga akan diarahkan tetap menjadi bagian dari sistem transportasi. Dishub menilai integrasi antarmoda penting agar kehadiran bus Trans Jatim tidak mematikan angkutan lokal.
Salah satu skema yang sedang dikaji adalah memanfaatkan angkudes rute Hamid Rusdi-Gondanglegi-Bantur-Balekambang. Rute tersebut dapat disesuaikan menjadi Gondanglegi-Balekambang atau tetap berangkat dari Hamid Rusdi dengan waktu tunggu yang lebih lama di Terminal Gondanglegi.
Namun, skema tersebut belum final. Pembahasannya masih membutuhkan koordinasi dengan Dishub Provinsi Jawa Timur karena berkaitan dengan izin trayek.
Terminal Sepi Jadi Alasan Revitalisasi
Selama ini, aktivitas Terminal Gondanglegi masih relatif minim. Sejumlah fasilitas, seperti paving dan kursi ruang tunggu, membutuhkan perbaikan. Angkudes yang seharusnya masuk terminal juga masih banyak memilih berhenti di sekitar Pasar Gondanglegi.
Menurut Eko, kondisi tersebut tidak terlepas dari menurunnya jumlah pengguna angkutan umum. Persaingan dengan transportasi daring turut mengubah pola mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Perbaikan Dua Terminal Butuh Rp 2 Miliar
“Sekarang kalah sama angkutan online. Namun, yang naik memang masih ada meski tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Dishub sebenarnya sejak awal mengarahkan angkutan pedesaan untuk masuk ke terminal. Namun, berkurangnya jumlah armada yang aktif membuat fungsi tersebut belum berjalan maksimal.
“Sebenarnya dari dulu itu masuk ke dalam terminal. Namun, karena perkembangannya seperti sekarang, banyak unit yang tidak beroperasi sehingga tidak maksimal,” imbuh Eko.
Rp 2 Miliar Diusulkan untuk Dua Terminal
Untuk merealisasikan konsep tersebut, Dishub Kabupaten Malang mengusulkan anggaran revitalisasi melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kabupaten Malang. Total usulan mencapai Rp 2 miliar untuk Terminal Gondanglegi dan Terminal Talangagung.
Baca Juga: Singo Edan Bakal Luncurkan Jersey Replika
Masing-masing terminal diproyeksikan memperoleh alokasi sekitar Rp 1 miliar. Namun, usulan tersebut masih menunggu persetujuan anggaran.
“Usulan total Rp 2 miliar untuk Terminal Talangagung dan Gondanglegi. Kalau disetujui, pengerjaannya dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang,” jelas Eko.
Jika revitalisasi terealisasi, Terminal Gondanglegi diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat pemberhentian angkutan. Keberadaan terminal diproyeksikan menjadi salah satu simpul transportasi sekaligus pintu masuk wisatawan menuju kawasan Malang Selatan.
Editor : Aditya Novrian