PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dikebut. Hingga Minggu (9/8), sebanyak 144.800 liter air telah dijatuhkan dari udara melalui operasi waterbombing untuk menjangkau titik api di medan sulit.
Luas kawasan terdampak kini mencapai sekitar 520 hektare. Api membakar sejumlah vegetasi, mulai cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar. Sebagian besar titik api berada di wilayah Probolinggo dan bergerak ke arah Penanjakan, Pasuruan.
Area Kabupaten Malang Relatif Aman
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, kondisi di wilayah Kabupaten Malang relatif aman. Pemantauan menunjukkan api telah bergerak menjauh dari wilayah tersebut.
”Pantauan sementara, api meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan. Untuk area batas wilayah Kabupaten Malang aman, sudah tidak ada bara api,” terang Sadono.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Jadi 196 Hektare, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Meski demikian, kepulan asap masih terlihat di kawasan Pusung Ledok Bedor, Probolinggo. Tim pemadam dari jalur darat tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Empat truk tangki dikerahkan untuk mendukung pemadaman. Pasokan air diambil dari Ranupane dan sumber air berdebit besar di sekitar Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo.
Dua Helikopter Terus Dikerahkan
Pemadaman dari udara masih menjadi bagian penting karena sejumlah titik api berada di kawasan dengan medan yang sulit dijangkau petugas. Pada Minggu, dua helikopter milik BNPB kembali digunakan untuk waterbombing dengan mengambil air dari Ranupane dan Ranu Regulo.
Baca Juga: Bromo Ditutup Total, BBTNBTS Siapkan Reschedule dan Refund Tiket Wisatawan
Sebelumnya, hingga tiga helikopter sempat dikerahkan dalam operasi tersebut. Setiap helikopter mampu membawa sekitar 800 hingga 1.000 liter air dalam sekali pengambilan. Dalam sehari, satu helikopter dapat melakukan lebih dari 40 kali penerbangan untuk mengambil air dan menjatuhkannya di lokasi kebakaran.
”Total sampai Minggu sore (9/8), kami menggunakan 144.800 liter air,” imbuh Sadono.
Operasi tersebut dilakukan untuk membantu mempercepat pengendalian api sekaligus menjangkau area yang tidak efektif dipadamkan hanya melalui jalur darat.
Pemantauan Titik Api Masih Berlanjut
Penanganan karhutla melibatkan BPBD Kabupaten Malang, BPBD Pasuruan, BPBD Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, BNPB, serta unsur relawan. Tim darat juga terus melakukan pemantauan dan pemetaan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Meski wilayah Kabupaten Malang relatif aman, petugas belum menghentikan pemantauan. Kondisi angin dan medan kawasan TNBTS menjadi faktor yang terus diperhatikan dalam menentukan langkah pemadaman berikutnya.
”Langkah berikutnya akan menyesuaikan kondisi di lapangan,” ujar Sadono. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian