Malang Raya Masuk Kategori Awas Kekeringan Pekan Ini, Warga Diminta Hemat Air

nahdiatul affan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:10 WIB
Peta daerah yang masuk kategori awas kekeringan. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
Peta daerah yang masuk kategori awas kekeringan. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG, RADAR MALANG – Malang Raya masuk kategori awas kekeringan meteorologis berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Status tersebut berlaku pada periode 11–20 Agustus dan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air, terutama di wilayah yang minim curah hujan.

Kondisi kekeringan dipengaruhi minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Jika tidak terjadi perubahan kondisi cuaca, wilayah terdampak berpotensi meluas dan meningkatkan risiko gangguan pasokan air hingga sektor pertanian.

BPBD Kabupaten Malang Siapkan Mitigasi

BPBD Kabupaten Malang mulai menyiapkan langkah mitigasi dengan mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila kondisi semakin parah.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, BMKG Pastikan Tak Bisa Diamati dari Indonesia

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan membenarkan adanya status awas tersebut. Menurut dia, seluruh desa yang berpotensi terdampak akan masuk dalam pemantauan.

“Seluruh desa di wilayah berpotensi segera kami identifikasi dan dalam pengawasan,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan meteorologis. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul.

Ancaman Kekeringan Bisa Meluas

Minimnya hujan dalam periode panjang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih maupun kebutuhan pertanian. Wilayah yang mengandalkan sumber air permukaan atau mata air berpotensi mengalami penurunan debit apabila kondisi kering berlanjut.

Baca Juga: BMKG Sebut Malang Berpotensi Hujan saat Kemarau karena Hal Ini

Selain kebutuhan rumah tangga, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang perlu diwaspadai. Kekurangan air dalam waktu lama dapat mengganggu produktivitas lahan dan meningkatkan risiko gagal panen.

Namun, tingkat dampak di setiap wilayah dapat berbeda. Karena itu, pemantauan kondisi lapangan menjadi penting untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Warga Diminta Hemat Air

Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak selama periode kekeringan berlangsung. Warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air juga diimbau segera melapor kepada perangkat desa atau pemerintah setempat.

Koordinasi antarlembaga akan terus diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya wilayah terdampak. Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah gangguan kebutuhan dasar masyarakat apabila kondisi kekeringan semakin parah.

BPBD Kabupaten Malang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi semakin kritis untuk melaporkan persoalan ketersediaan air. Informasi dari warga menjadi salah satu dasar dalam menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Editor : Aditya Novrian
kekeringan Malang Raya kekeringan meteorologis krisis air Malang bmkg malang BPBD Kabupaten Malang