PONCOKUSUMO, RADAR MALANG – Kebakaran kawasan Bromo yang sudah berlangsung 11 hari itu akhirnya kemarin (14/8) padam. Meskipun begitu, tim gabungan pemadam kebakaran masih berada di lokasi. Mereka ingin memastikan tidak ada titik api yang berpotensi membesar.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, terhitung Kamis lalu (13/8) pukul 19.00, luas area yang terbakar mencapai 1.120, 3 hektare. “Terakhir api masih terlihat sekitar pukul 19.00 di Pakis Bincil dan Bukit Cinta wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Malang,” ujar Sadono kemarin.
Baca Juga: Hari Ini Kebakaran Wisata Bromo Padam? Begini Penjelasan Detailnya
Operasi darat yang dilakukan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Malang, Pasuruan, dan Probolinggo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan relawan membuahkan hasil. Mereka membuat sekat bakar, kemudian melakukan pembasahan menggunakan empat unit mobil tangki.
Sementara operasi udara alias water bombing empat helikopter milik BNPB dan TNI AL masih bersiaga. “Total air yang dihabiskan oleh tim operasi udara untuk memadamkan kebakaran mencapai 343.800 liter. Ambil dari Ranu Pane dan Ranu Regulo,” sebut pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Sadono menegaskan, upaya pemadaman sudah membuahkan hasil. “Pantauan tim di lapangan tadi (kemarin, 14/8) siang, api sudah tidak ada alias padam. Tidak terlihat titik api di semua wilayah,” kata dia.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Jadi 196 Hektare, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Akan tetapi, dia melanjutkan, helikopter belum kembali ke hanggar kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis. Yakni masih melakukan pendinginan area. “Tim darat, termasuk dari BPBD Kabupaten Malang juga masih melakukan pemantauan, karena angin sempat kencang sehingga dikhawatirkan bisa muncul api lagi,” ucap Sadono.
Meskipun api sudah padam, penutupan destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum dibuka. Pintu masuk untuk wisatawan masih ditutup. Yakni pintu di gerbang Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Demikian juga pintu masuk di titik lain seperti Wonokitri di Pasuruan, dan Cemorolawang di Probolinggo masih belum dibuka.(biy/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang