Tujuh Eks Napiter Hadiri Upacara HUT RI di Pendapa Kabupaten Malang

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Syahrul Munif, eks napiter bertemu awak media seusai upacara HUT Ke-81 RI, Senin (17/8). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Syahrul Munif, eks napiter bertemu awak media seusai upacara HUT Ke-81 RI, Senin (17/8). (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Tujuh eks narapidana terorisme (napiter) asal Kabupaten Malang mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Senin (17/8). Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa setelah menjalani hukuman dan pembinaan, mereka kini kembali menjalani kehidupan bermasyarakat.

Ketujuh eks napiter tersebut mengikuti upacara sebagai tamu undangan. Mereka duduk di tengah barisan undangan dengan mengenakan pakaian batik. Salah seorang di antaranya, Syahrul Munif, bahkan mengaku momen tersebut memiliki makna khusus setelah perjalanan hidup yang pernah dilaluinya.

Belajar dari Sejarah Indonesia

Syahrul mengaku pernah berangkat ke Suriah pada 2014 untuk mengikuti konflik bersenjata. Setelah kembali ke Indonesia, dia ditangkap pada 2017 dan menjalani proses hukum hingga akhirnya bebas pada 2019.

“Saya dituntut lima tahun, putusnya tiga tahun. Jadi, tahun kelima saya ikut upacara di pendopo,” kata warga Kecamatan Singosari tersebut.

Baca Juga: Konsistensi Advokat Bisma Putra Mahardhika Emban Tugas Profesi: Beri Konsultasi-Pendampingan Hukum Gratis ke Masyarakat Kurang Mampu

Menurut Syahrul, masa pembinaan selama menjalani hukuman membuatnya banyak melakukan refleksi. Salah satu hal yang dianggap penting adalah memahami kembali sejarah dan identitas bangsa Indonesia.

Dia mengakui, salah satu kesalahannya pada masa lalu adalah kurang memahami sejarah Indonesia. Kondisi itu membuatnya justru mencari identitas dan figur kepahlawanan dari negara lain.

“Kita harus banyak belajar tentang sejarah Indonesia. Saya dulu salah karena tidak belajar bagaimana bangsa Indonesia, identitas, dan kebesaran Nusantara. Sehingga mencari identitas yang heroik dari negara lain. Padahal negara kita punya sejarah yang gemilang,” ujarnya.

Memaknai Kemerdekaan dengan Menjaga Persatuan

Bagi Syahrul, peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pentingnya persatuan. Dia berharap Indonesia tidak mengalami konflik seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

Baca Juga: Massa Kibarkan Bendera Bulan Bintang di Banda Aceh, Peringatan Hari Damai Aceh Berujung Ricuh

Menurutnya, kondisi geopolitik dunia menunjukkan bahwa persaingan antarnegara semakin kompleks. Karena itu, persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dijaga.

“Kita harus menjaga NKRI ini karena persaingan dunia internasional keras. Banyak negara mengalami konflik antarsuku maupun antarbangsa. Saya berharap Indonesia tidak seperti itu,” kata Syahrul.

Kehadiran tujuh eks napiter dalam upacara tersebut sekaligus memperlihatkan proses kembalinya mereka ke tengah masyarakat. Setelah menyelesaikan masa hukuman, mereka kini menjalani kehidupan di lingkungan masing-masing dan mengikuti berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Bagi Syahrul, kesempatan kembali mengikuti upacara kemerdekaan bersama masyarakat menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperbaiki diri sekaligus memahami kembali makna menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Editor : Aditya Novrian
hut ke-81 ri eks napiter Kabupaten Malang upacara HUT RI Kabupaten Malang Syahrul Munif reintegrasi eks napiter