Menkop RI Sebut FC Barcelona Bisa Jadi Contoh Pengembangan Koperasi di Malang

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan sambutan pada Festival Mbois Menyala ke-11 di Gedung Kartini, Jumat (21/8). (Andika Satria/Radar Malang)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan sambutan pada Festival Mbois Menyala ke-11 di Gedung Kartini, Jumat (21/8). (Andika Satria/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut FC Barcelona sebagai salah satu contoh keberhasilan model koperasi yang dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk olahraga. Menurut dia, konsep serupa bisa dikembangkan klub sepak bola maupun komunitas usaha di Kota Malang untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat mempromosikan pengembangan koperasi di Kota Malang. Ia menilai koperasi tidak hanya relevan untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga dapat menjadi wadah pengelolaan komunitas olahraga hingga ekonomi kreatif.

Barcelona Jadi Contoh Koperasi di Dunia Sepak Bola

Ferry menjadikan Barcelona sebagai contoh bagaimana koperasi dapat diterapkan dalam pengelolaan klub olahraga. Model kepemilikan berbasis anggota dinilai bisa menjadi inspirasi bagi klub sepak bola di Indonesia.

“Contohnya penggunaan koperasi yang sukses itu seperti Barcelona. Sehingga ini bisa ditiru klub sepak bola di sini atau usaha lainnya,” ujar Ferry.

Baca Juga: Presiden Direktur KAN Jabung Syariah Jatim Raih Penghargaan Bakti Koperasi Makarti Guna Swasembada

Dalam sistem Barcelona, klub dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang dikenal sebagai socios. Mereka memiliki peran dalam struktur kepemilikan dan tata kelola klub.

Model tersebut membuat koperasi, menurut Ferry, tidak sebatas wadah ekonomi. Konsepnya juga dapat digunakan untuk membangun kekuatan bersama dalam sebuah komunitas.

Koperasi Buka Akses Permodalan

Ferry juga menilai pembentukan koperasi dapat memberikan keuntungan bagi komunitas yang ingin mengembangkan usaha secara bersama. Salah satunya adalah akses terhadap permodalan.

Menurut dia, pemerintah memiliki keterbatasan ketika hendak memberikan dukungan modal kepada perseorangan. Namun, skemanya dapat berbeda ketika kegiatan tersebut memiliki badan hukum koperasi.

“Ketika berbentuk koperasi, memiliki badan hukum sendiri. Ini bisa mendapatkan modal dari pemerintah maupun bank,” tuturnya.

Karena itu, Ferry mendorong koperasi tidak hanya dipandang sebagai organisasi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana membangun kekuatan komunitas.

Bisa Diterapkan untuk Klub hingga UMKM

Ferry menyebut penerapan koperasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komunitas. Selain klub sepak bola, konsep tersebut dinilai relevan untuk pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Dengan menghimpun anggota dalam satu badan hukum, pengelolaan usaha dapat dilakukan secara bersama sekaligus membuka peluang akses pembiayaan yang lebih luas.

Baca Juga: Rawat Fasilitas Olahraga, Pemkot Malang Buka Peluang Gandeng Pihak Ketiga

Bagi Kota Malang yang memiliki komunitas olahraga, UMKM, dan ekonomi kreatif yang cukup beragam, konsep tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

Editor : Aditya Novrian
koperasi Barcelona Menteri Koperasi Ferry Juliantono koperasi sepak bola FC Barcelona koperasi kota malang