PAKISAJI, RADAR MALANG – Niat hati ingin mengusir nyamuk, justru rumah ludes terbakar. Petaka itu dialami oleh Suhartini, 54, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. Rumah seluas 60 meter persegi tersebut hangus dilalap si jago merah. Akibat musibah tersebut, korban mengalami kerugian material sekitar Rp 300 juta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satpol PP Kabupaten Malang Win Haliem mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.40 dini hari. ”Dugaan kuat api berasal dari obat nyamuk bakar yang diletakkan di kamar tidur lantai dua,” ujar Haliem kemarin.
Rumah tersebut dihuni tiga orang. Yakni Suhartini, Ravi, 25, dan adiknya. Ketiga musibah berlangsung, Ravi sendirian di rumah. Sang ibu sedang ke pasar, sementara adiknya berada di pondok pesantren (ponpes).
Mulanya Ravi menyalakan obat nyamuk di kamarnya, lantai dua. Kemudian dia tidur pulas. Diduga bara obat nyamuk mengenai kasur, kemudian membakar lantai kamar yang berbahan kayu. Api kemudian membesar.
Ravi terbangun karena merasakan hawa panas akibat api. Menyadari rumahnya terbakar, dia lantas berlari keluarga untuk meminta tolong warga. Mereka sempat memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya, namun tak membuahkan hasil. Sebagian warga lantas menghubungi Mako Damkar Kabupaten Malang.
Baca Juga: Ini Penyebab Rumah Warga Singosari Malang Kebakaran, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Halim mengatakan, pihaknya menerjunkan dua armada dan empat personel ke tempat kejadian perkara (TKP). Petugas tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 03.55 dan langsung berjibaku memadamkan si jago merah.
”Petugas sempat menghadapi kendala karena akses jalan yang cukup padat, namun berkat kesigapan tim di lapangan bersama warga sekitar, api berhasil dilokalisasi agar tidak merembet ke bangunan tetangga,” katanya.
Petugas bersama warga membutuhkan waktu hampir dua jam untuk memadamkan api. Sekitar pukul 05.45 api dinyatakan padam. Setelah proses pembasahan dan pendinginan tuntas, seluruh personel beserta armada kembali ke markas komando pada pukul 06.39. Selain kerugian materi, insiden tersebut juga mengakibatkan satu orang mengalami luka ringan, yakni Ravi.
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Dua Lantai di Jodipan Kota Malang, Kerugian Capai Rp 45 Juta
Beberapa jam sebelumnya, juga terjadi kebakaran lahan bambu di dua lokasi, yakni Desa Karangploso dan Dau. Peristiwa pertama di Dusun Tlasih, Karangploso, melahap lahan seluas 100 meter persegi. Kebakaran dipicu aktivitas bakar-bakar sampah kering.
Sementara insiden kedua di Perumahan Graha Sejahtera, Kecamatan Dau menghanguskan rumpun bambu seluas 200 meter persegi. Damkar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan membakar sampah di sekitar lahan kering demi mencegah ancaman karhutla susulan.(ram/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang