Angkutan Pelajar di Kota Malang Bakal Dibagi dalam Beberapa Shift 

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi Angkutan Pelajar (freepik)
Ilustrasi Angkutan Pelajar (freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Karena ada penambahan armada, operasional program angkutan pelajar gratis di Kota Malang juga ikut berubah. Sopir angkot bakal dibagi beberapa shift

Misalnya sopir nomor 1 sampai 5 jalan pada hari Senin. Kemudian nomor 6 sampai 10 jalan pada hari Selasa. Pada Rabu, kembali ke sopir nomor 1 sampai 5.

Baca Juga: Libatkan 96 Armada, Program Angkutan Pelajar di Malang Bisa Dimulai Akhir Agustus

Seperti diberitakan, sebelumnya ada 80 angkot yang dilibatkan. Jumlahnya ditambah menjadi 96 angkot. Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyebut, penambahan armada itu tetap disertai dengan persyaratan ketat. 

Sesuai perwali, ada dua syarat utama untuk mengikuti angkutan pelajar. Yang pertama kendaraan lolos Uji KIR. Berikutnya juga harus dilengkapi dengan kartu pengawas. Dalam kartu pengawas, ada poin tentang ketaatan pembayaran pajak kendaraan. 

Sembari menunggu proses audit internal koperasi, Ipung menyebut bahwa sopir masih melakukan beberapa perbaikan untuk memenuhi syarat. 

Bagi mereka yang sesuai kriteria, armada bakal langsung dipasangi stiker dan GPS sebagai alat pemantauan. ”Pemantauannya nanti menggunakan aplikasi dari Pemprov Jatim. Kami mendapatkan bantuan sistem pengawasan itu,” jelasnya.

Baca Juga: Armada Angkutan Pelajar di Kota Malang Bertambah dari 80 Menjadi 160 Unit, Anggaran Tetap Rp 1,9 Miliar dalam Setahun

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, penggunaan stiker itu dilakukan untuk membedakan angkutan pelajar dengan angkot biasa.

Ketika program berjalan, tidak ada syarat spesifik siswa menggunakan program tersebut. ”Cukup hanya berseragam dan naik angkot yang berstiker. Otomatis gratis,” tuturnya. 

Jaya menekankan, penghitungan subsidi tidak dilakukan berbasis jumlah penumpang. Namun dasarnya menggunakan jarak tempuh. Per kilometer, disepakati subsidi senilai Rp 6.700. ”Jadi meskipun siswa naik angkot dua trayek berbeda tetap gratis,” ucapnya 

Rute angkatan pelajar mengacu pada jalur yang digunakan Bus Halokes. Kemudian ditambah dengan trayek angkot. Dengan begitu, angkot bisa menjangkau pelajar lebih merata. ”Kami berharap pelajar bisa naik dan turun di titik henti yang ditentukan. Agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” imbuh Jaya. 

Meskipun rute angkutan pelajar lebih banyak dibanding Bus Halokes, masih ada beberapa sekolah yang belum terlintasi, terutama di wilayah utara. Misalnya SMPN 14, SMPN 16, SMKN 8, dan SMKN 12 Malang. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
angkutan pelajar Beberapa Shift organda dishub