KEPANJEN, RADAR MALANG - Bumi Kanjuruhan memasuki musim panen tembakau. Dari lahan tembakau yang menyebar di 31 kecamatan, tiga di antaranya sudah memasuki panen. Yakni lahan di Kecamatan Karangploso, Ngajum, dan Dampit.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Budi Widodo memaparkan, tidak semua kecamatan mempunyai lahan pertanian tembakau. Dari total 33 kecamatan se-Kabupaten Malang, hanya 2 kecamatan yang tak mempunyai lahan tembakau. “Dau dan Turen,” ujar Widodo kemarin.
Baca Juga: Rencana Pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau Tak Terganggu KKMP
Untuk mengingat kembali, pada 2026 ini, Pemkab Malang menargetkan penanaman dan panen dari 700 hektare lahan di Bumi Kanjuruhan. Jenis tembakau yang ditanam adalah Rejeb, Virginia, dan Paiton. “Hingga pekan ketiga bulan Agustus ini sudah ada 10 hektare lahan yang telah di panen,” katanya.
Tembakau dipanen dengan cara dipangkas daun yang memenuhi syarat panen. Sementara ini Widodo mengaku belum mengetahui hasil panen dari 10 hektare lahan tersebut.
“Kami belum mendapatkan laporannya,” ucap pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.
Baca Juga: Ini Risikonya jika Petani Tembakau Malang Tak Dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Malang
Dia mengungkapkan, selama ini Bumi Kanjuruhan sudah banyak menghasilkan tembakau, baik rajangan basah maupun kering. Musim panen 2025 lalu, 820 hektare menghasilkan 728,9 kilogram tembakau rajangan kering.
Dia optimistis panen tahun ini mencapai target. Terlebih, kemarau tahun ini di perkirakan bakal lebih panjang , sampai awal 2027. Menurutnya, sedikit hujan lebih baik untuk tanaman tembakau. “Masih banyak yang masih belum panen, semoga hasilnya bagus,” tandas Budi.(biy/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang