Jadi Ruang Saling Peduli dengan Sesama

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:28 WIB
PEDULI SESAMA: Anggota Nasi Darurat Malang membagikan nasi kotak kepada tunawisma di daerah Klojen.
PEDULI SESAMA: Anggota Nasi Darurat Malang membagikan nasi kotak kepada tunawisma di daerah Klojen.

Melihat Gerakan Berbagi Makanan Gratis yang Kian Menggeliat di Malang Raya -

Tren berbagi makanan gratis tumbuh di Malang Raya. Bukan sekadar aksi memberi makan, gerakan ini berkembang dengan pola dan sasaran berbeda. Ada yang bertahan lewat gotong royong, menyasar mahasiswa di ujung bulan, hingga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan bantuan.

KOTA MALANG, RADAR MALANG - DI SEJUMLAH titik, aksi sosial membagikan makanan mulai berkembang menjadi ruang pertemuan warga. Makanan menjadi pintu masuk untuk membangun kebiasaan berbagi sekaligus memperkuat kepedulian di tengah tekanan ekonomi.

Salah satunya terlihat di Griyo Dahar Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kota Batu. Berlokasi di kawasan Sisir, program tersebut telah berjalan sekitar setahun. Lapaknya menjadi tempat makan bagi beragam kalangan, mulai pengemudi ojek online (ojol), buruh harian, lansia, hingga kaum duafa.

SEMRINGAH: Dua tukang becak tersenyum setelah mendapat nasi kotak yang dibagikan Nasi Darurat Malang.
SEMRINGAH: Dua tukang becak tersenyum setelah mendapat nasi kotak yang dibagikan Nasi Darurat Malang.

Koordinator Griyo Dahar Sarbumusi Kota Batu Yuli Efendi Mas’ud mengatakan, program itu lahir dari keinginan untuk menjaga kepedulian terhadap sesama. Momentum Jumat Berkah kemudian dipilih sebagai waktu utama pelaksanaan.

”Apalagi momentum Jumat Berkah memang paling pas untuk berbagi rezeki,” ujarnya.

Setiap Jumat, pengelola menyiapkan rata-rata 200 porsi makanan. Agar pelayanan tetap berjalan, pembagian waktu dilakukan dalam tiga sesi, yakni pagi, siang, dan sore. Pola tersebut sekaligus menjadi cara pengelola menjaga konsistensi program.

Menariknya, konsep Griyo Dahar tidak berhenti pada pemberian makanan. Pengunjung mengambil makanan sendiri dengan sistem prasmanan. Setelah makan, mereka juga diajak mencuci peralatan yang digunakan.

Baca Juga: Penyelamat Perut saat Memasuki Akhir Bulan

“Jadi ini bukan sekadar memberi makan, tapi juga membiasakan tanggung jawab bersama,” jelas Yuli.

Makanan yang tersisa pun dapat dibawa pulang. Relawan bahkan kerap mengemas porsi tambahan untuk dibagikan langsung dari rumah ke rumah warga di sekitar lokasi.

Keberlangsungan program tersebut juga ditopang donasi masyarakat. Tidak hanya anggota Sarbumusi, warga umum ikut menyisihkan rezeki agar dapur berbagi tetap berjalan.

Baca Juga: Sasaran Utama Lansia Telantar hingga Ibu Hamil

“Yang memberi sedekah berharap berkah, dan yang menerima pun mendapat berkah,” pungkas Yuli. (ori/adn)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Ruang Saling Peduli Ojol Berbagi Nasi gotong royong