DAMPIT, RADAR MALANG – Erik Prawiro, 31, pekerja migran asal Dusun Crabaan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Hokkaido, Jepang. Jenazah Erik kini berada di Tokyo untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Indonesia dan ditargetkan tiba di rumah duka pada Kamis (27/8).
Kabar meninggalnya Erik diterima Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang pada Senin (24/8). Sebelum ditemukan meninggal, Erik sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya. Namun, berdasarkan keterangan rekan kerja, dia masih beraktivitas dan bekerja seperti biasa hingga 18 Agustus.
Erik Sempat Mengeluhkan Kondisi Tubuh Sebelum Ditemukan Meninggal
Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang Tri Darmawan mengatakan, Erik masih beraktivitas normal pada 16 Agustus. Bahkan, pekerja migran tersebut sempat pergi berekreasi ke pantai.
Erik kemudian masih masuk kerja pada 17 dan 18 Agustus berdasarkan keterangan dari rekan-rekannya. Namun, sejak 16 Agustus, dia disebut sudah mengeluhkan sakit atau merasa tidak enak badan.
”Tanggal 17 sampai 18 Agustus, berdasar keterangan temannya masih masuk kerja. Akan tetapi, sejak tanggal 16 itu sudah mengeluhkan sakit alias tidak enak badan,” terang Tri.
Kondisi Erik mulai menimbulkan kecurigaan ketika dia tidak masuk kerja pada 19 Agustus. Pihak perusahaan kemudian mencoba menghubunginya melalui telepon, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Baca Juga: Ada Aturan Baru untuk Pasangan TKI Asal Malang yang Ingin Bercerai, Wajib Bayar Rp 300 Juta
Upaya menghubungi Erik kembali dilakukan pada keesokan harinya. Namun, tetap tidak ada respons. Rekan-rekannya yang merasa curiga kemudian mendatangi tempat tinggal Erik.
Setelah pintu rumah dibuka secara paksa, mereka menemukan Erik sudah tidak bernyawa di dalam kamar. Rekan-rekan Erik selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga, lembaga pelatihan kerja (LPK), hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Disnaker Kabupaten Malang menyebut dugaan sementara Erik meninggal akibat serangan jantung. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
”Setelah itu mereka lapor ke keluarga, lalu ke LPK tempat ia bekerja, lalu ke KBRI. Kami (Disnaker) baru dapat kabar itu Senin (24/8), dan terkonfirmasi kalau yang bersangkutan meninggal dunia,” imbuh Tri.
Erik diperkirakan telah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan. Jenazahnya juga telah menjalani otopsi untuk membantu memastikan penyebab kematian.
Karena itu, dugaan serangan jantung belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.
Berangkat ke Jepang melalui Program SSW pada 2023
Erik tercatat berangkat ke Jepang pada 2023 melalui program Specified Skilled Worker (SSW). Berdasarkan keterangan Disnaker, dia berangkat secara mandiri tanpa menggunakan perusahaan penyalur.
Tri mengatakan, pihaknya masih belum memperoleh informasi lengkap mengenai pekerjaan Erik di Jepang dari LPK tempat dia menjalani pelatihan.
”Tahun 2023 dia berangkat ke sana, mandiri tanpa PT penyalur. Tapi kami belum dapat keterangan dia bekerja sebagai apa dari LPK tempat pelatihan dia,” kata Tri.
Baca Juga: Jumlah TKI Asal Kabupaten Malang Terus Menurun, Hongkong Masih Jadi Tujuan Favorit
Setelah menjalani otopsi, jenazah Erik dibawa ke Tokyo untuk menjalani proses pemulasaraan sekaligus persiapan pemulangan ke Indonesia.
Disnaker Kabupaten Malang berharap seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan sehingga jenazah bisa dipulangkan ke tanah air. Jika sesuai rencana, jenazah Erik akan tiba di rumah duka di Kecamatan Dampit pada Kamis (27/8). (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian