Empat Kebakaran Terjadi di Malang dalam Semalam, Tiga Kejadian Diduga karena Aktivitas Pembakaran

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Petugas Damkar Kabupaten Malang dibantu personel TNI berjibaku memadamkan api di lahan tebu seluas 2 hektare di Jalan Bumi Perkasa, Desa Ngenep, Rabu (26/8). (Damkar Kabupaten Malang/Disempurnakan dengan AI)
Petugas Damkar Kabupaten Malang dibantu personel TNI berjibaku memadamkan api di lahan tebu seluas 2 hektare di Jalan Bumi Perkasa, Desa Ngenep, Rabu (26/8). (Damkar Kabupaten Malang/Disempurnakan dengan AI)

KABUPATEN, RADAR MALANG – Empat kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam kurun Rabu (26/8) malam hingga Kamis (27/8) dini hari. Tiga di antaranya diduga dipicu aktivitas pembakaran yang tidak terkendali. Objek yang terbakar mulai tumpukan sampah, tanaman tebu, rumpun bambu, hingga bekas kandang kambing di area permukiman.

Rentetan kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Kepanjen, Karangploso, Wajak, dan Pakis. Tidak ada laporan korban jiwa dalam empat kejadian tersebut. Namun, kebakaran di sejumlah lokasi sempat meluas sehingga warga harus melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran datang.

Pembakaran Sampah Picu Kebakaran di Kepanjen dan Karangploso

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Katu, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 18.35 WIB. Api membakar tumpukan sampah di lahan seluas sekitar 45 meter persegi.

Api diduga berasal dari aktivitas warga yang membakar sampah. Kobaran kemudian merambat dan membesar hingga tidak lagi terkendali.

Baca Juga: Lagi-Lagi, Lahan Bambu di Bumi Kanjuruhan Mengalami Kebakaran

Sekitar lima menit kemudian, kebakaran juga terjadi di Jalan Bumi Perkasa, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso. Kali ini, api membakar tanaman tebu di lahan perkebunan seluas sekitar dua hektare.

Kebakaran tersebut diduga dipicu sisa pembakaran sampah yang merembet ke lahan. Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Bambu Terbakar di Wajak, Bekas Kandang Kambing Dilalap Api di Pakis

Kebakaran berikutnya terjadi di Jalan Baran, Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak. Api membakar rumpun dan tanaman bambu pada area sekitar 15 x 10 meter.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar bambu. Api kemudian membesar dan sulit dikendalikan hingga membutuhkan penanganan petugas.

Baca Juga: Hari Ini Kebakaran Wisata Bromo Padam? Begini Penjelasan Detailnya

Sementara itu, kejadian terakhir berlangsung di Jalan Anggrek 2 RT 05/RW 03, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis. Api membakar bekas kandang kambing milik Madi, 56, dengan luas sekitar 200 meter persegi.

Api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 23.58 WIB. Petugas Damkar menerima laporan pada pukul 00.16 WIB dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 01.30 WIB.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Tiga Kejadian Berkaitan dengan Aktivitas Pembakaran

Dari empat kebakaran tersebut, tiga kejadian memiliki dugaan awal yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Masing-masing terjadi akibat pembakaran sampah, sisa pembakaran sampah, dan pembakaran bambu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Malang Win Haliem mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan lokasi ketika melakukan pembakaran.

“Pembakaran harus diawasi dan dipastikan benar-benar padam agar tidak merembet ke area lain,” tegasnya.

Baca Juga: Ini Penyebab Rumah Warga Singosari Malang Kebakaran, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Imbauan tersebut terutama berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah atau material lain di area terbuka. Api yang semula kecil dapat membesar ketika terkena material mudah terbakar atau tertiup angin.

Rentetan kebakaran tersebut menjadi pengingat agar aktivitas pembakaran dilakukan dengan pengawasan dan memastikan bara maupun api benar-benar padam sebelum lokasi ditinggalkan.

Editor : Aditya Novrian
kebakaran Karangploso kebakaran Kepanjen kebakaran Wajak kebakaran pakis kebakaran kabupaten malang