MALANG KOTA, RADAR MALANG – Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) resmi diluncurkan di Kota Malang, Rabu (26/8). Kota Malang menjadi satu dari 10 daerah yang masuk dalam program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI tersebut. Pemkot Malang berharap program itu tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga menampung kebutuhan pelaku startup di daerah.
Peluncuran GSIH dilakukan Menteri Komdigi RI Meutya Hafid. Untuk Kota Malang, kerja sama program tersebut sebelumnya telah ditandatangani saat pelaksanaan Malang Digital Forum pada pekan lalu.
Ada 150 Startup yang Sudah Terdata
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang Pandu Zanuar Sulistyo mengatakan, saat ini terdapat sekitar 150 startup yang tergabung dalam STATION, mitra Diskominfo Kota Malang.
Menurut Pandu, keberadaan GSIH dapat menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku startup dengan berbagai pihak. Namun, dia berharap koneksi yang dibangun tidak hanya berlangsung di tingkat lokal.
“Harapannya bisa terus berkolaborasi hingga bertemu dengan venture capital,” kata Pandu.
Sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang juga dilibatkan dalam GSIH. Di antaranya Binus University dan Universitas Brawijaya.
Pandu menyebut pengembangan startup membutuhkan lebih dari sekadar pengembangan produk. Pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan industri, pasar, serta membangun jejaring dengan pihak lain.
Pemkot Malang Minta Program Tak Berhenti di Peluncuran
Kehadiran GSIH di Kota Malang sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasi pelaku startup kepada pemerintah pusat.
Pandu mengatakan, pihaknya meminta agar Kota Malang tidak sekadar dijadikan lokasi peluncuran program nasional. Aspirasi dari pelaku startup di daerah dinilai perlu menjadi bagian dari pelaksanaan program berikutnya.
“Kami menyampaikan kepada kementerian agar Kota Malang tidak hanya menjadi tempat peluncuran program nasional, tetapi juga mendengar aspirasi dari masyarakat Kota Malang, terutama kalangan startup,” tuturnya.
Menurut Pandu, salah satu hal yang ingin didorong adalah koneksi antara ekosistem startup di berbagai daerah. Dengan begitu, pelaku startup tidak hanya berjejaring dengan pihak yang berada di Kota Malang.
“Kemudian ada national connected. Jadi GSIH bisa menjadi jembatan kolaborasi antara daerah-daerah lainnya,” lanjutnya.
GSIH Diharapkan Membuka Koneksi Antar-Daerah
Konsep tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkot Malang setelah Kota Malang masuk dalam jaringan GSIH. Jejaring antardaerah dinilai dapat memperluas ruang pertemuan bagi startup yang selama ini berkembang di masing-masing wilayah.
Namun, sejauh mana program tersebut memberikan dampak bagi startup lokal masih perlu dilihat setelah berjalan. Pemkot Malang berharap keterlibatan Kota Malang tidak berhenti pada peluncuran, tetapi berlanjut pada kolaborasi dan penyelesaian kebutuhan yang dihadapi pelaku startup.
“Harapannya agar GSIH memiliki dampak secara global,” pungkas Pandu.
Editor : Aditya Novrian