Warga Keluhkan Debu Pembangunan RSI Unisma, Proyek Ditarget Rampung Pekan Ini

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:31 WIB
Kondisi RSI Unisma yang direnovasi, Kamis (27/8). (Nabila Amelia/Radar Malang)
Kondisi RSI Unisma yang direnovasi, Kamis (27/8). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Aktivitas pembangunan di RSI Unisma dikeluhkan warga setelah video kepulan debu dari lokasi proyek beredar di media sosial. Pihak rumah sakit membenarkan adanya pembangunan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Upaya pengendalian debu juga telah dilakukan, termasuk penyiraman air secara berkala.

Video tersebut diunggah akun Instagram @sudarno_pengaduan pada 24 Agustus lalu. Dalam rekaman, terlihat kepulan debu beterbangan di sekitar lokasi proyek. Pengunggah juga menyampaikan keluhan karena debu disebut mengganggu pandangan dan aktivitas di sekitar lokasi.

“Aduh, aduh, aduh. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Sampai gak ketok embonge (sampai tidak terlihat jalannya),” ucap seseorang dalam video tersebut.

Yayasan Unisma Sudah Temui Warga

Wakil Ketua Bidang Kesehatan Yayasan Unisma dr. Hardadi Airlangga, SpPD, membenarkan pembangunan tersebut berlangsung di area RSI Unisma. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang merasa terganggu selama proses pengerjaan.

Menurut Hardadi, pihak yayasan dan rumah sakit telah berkomunikasi dengan perangkat RT maupun warga di sekitar lokasi. Koordinasi itu dilakukan untuk menyampaikan kondisi pembangunan sekaligus langkah yang dilakukan untuk mengurangi dampaknya.

“Yayasan dan RSI Unisma sudah menemui perangkat RT hingga warga. Kami juga bersurat kepada mereka. Selain itu, kami sudah menyampaikan langkah-langkah yang perlu dilakukan,” tegas Hardadi.

Baca Juga: RSI Unisma Bakal Mencicil Gaji Pekerja yang Tertunda, Dimulai dengan Pembayaran 10 Persen

Debu Proyek Dikendalikan dengan Penyiraman Berkala

Kepala Unit Humas RSI Unisma Dewi Marwah mengatakan, pihaknya memahami keresahan warga akibat debu yang muncul selama pembangunan. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengurangi penyebaran debu dari area proyek.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga dan mohon maaf atas kondisi tersebut,” ucap Dewi.

Salah satu upaya yang sempat dilakukan yakni memasang lembaran baja ringan di sekitar area proyek. Namun, langkah tersebut dinilai belum banyak mengurangi debu yang muncul.

Menurut Dewi, kondisi tersebut dipengaruhi lokasi proyek yang berdekatan dengan permukiman. Faktor cuaca juga turut memengaruhi penyebaran debu di sekitar lokasi.

Karena itu, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk melakukan penyiraman air secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan debu selama aktivitas pembangunan berlangsung.

Baca Juga: Penuhi Hak Pekerja yang Tertahan, RSI Unisma Berusaha Jual Aset Senilai Rp 25 Miliar

Pembangunan Ditargetkan Rampung Pekan Ini

Dewi mengatakan, proses pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada pekan ini. Dengan target tersebut, pihak rumah sakit berharap gangguan yang dirasakan warga selama pengerjaan dapat segera berakhir.

Di sisi lain, koordinasi dengan pelaksana proyek tetap dilakukan untuk memastikan langkah pengendalian debu berjalan selama pekerjaan masih berlangsung.

Keluhan warga tersebut menjadi perhatian pihak RSI Unisma karena lokasi pembangunan berada dekat dengan kawasan permukiman. Pihak rumah sakit menyatakan akan tetap melakukan langkah antisipasi hingga proses pembangunan selesai.

Editor : Aditya Novrian
pembangunan RSI Unisma debu proyek RSI Unisma pembangunan rumah sakit rsi unisma keluhan warga malang