Aktivitas Masyarakat Meningkat, Pasokan BBM Malang Ditambah Jadi 888 Kiloliter Per Hari

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 13:12 WIB
Anggota TPID Kota Malang meninjau ketersediaan BBM di SPBU Jalan Ciliwung, hari ini. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Anggota TPID Kota Malang meninjau ketersediaan BBM di SPBU Jalan Ciliwung, hari ini. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pasokan BBM di wilayah Malang ditambah 188 kiloliter per hari menjadi 888 kiloliter dari kondisi normal 700 kiloliter. Penambahan pasokan tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan BBM akibat aktivitas masyarakat yang semakin padat, termasuk rangkaian karnaval dan dimulainya kegiatan sejumlah perguruan tinggi.

Sales Branch Manager Malang Imam Rizki mengatakan, peningkatan permintaan mulai terlihat sepanjang Agustus. Kondisi tersebut mendorong penyesuaian pasokan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.

Pasokan BBM Ditambah Mulai Hari Ini

Pasokan BBM yang sebelumnya berada di kisaran 700 kiloliter per hari dinaikkan menjadi 888 kiloliter per hari. Penambahan dilakukan untuk mengikuti peningkatan konsumsi masyarakat di wilayah Malang.

“Kalau normal 700 kiloliter. Mulai hari ini kami tambah menjadi 888 kiloliter,” jelas Rizki.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi di Malang Raya Lancar

Menurut dia, peningkatan aktivitas masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan permintaan. Selain kegiatan karnaval yang berlangsung di sejumlah wilayah, aktivitas perguruan tinggi yang mulai kembali berjalan juga turut meningkatkan mobilitas masyarakat.

Perubahan Harga BBM Non-Subsidi Pengaruhi Permintaan

Selain meningkatnya mobilitas, perubahan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex juga berdampak terhadap pola permintaan masyarakat. Perubahan tersebut turut terlihat pada konsumsi BBM bersubsidi.

Rizki menyebut, pergeseran permintaan terjadi pada BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Solar. Kondisi itu ikut meningkatkan kebutuhan pasokan di sejumlah SPBU.

“Karena perubahan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex, terdapat pola perubahan permintaan BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Solar,” ujarnya.

Baca Juga: Sejak Harga BBM Non-Subsidi Naik, Diler Sebut Penjualan Mobil Listrik di Kota Malang Meningkat Drastis

Antrean SPBU Ikut Memanjang

Meningkatnya permintaan terhadap Pertalite dan Solar juga berdampak pada kepadatan di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan menjadi lebih panjang ketika kebutuhan masyarakat meningkat sementara pasokan harus menyesuaikan kondisi di lapangan.

Penambahan pasokan menjadi salah satu langkah untuk merespons perubahan pola konsumsi tersebut. Dengan tambahan 188 kiloliter per hari, pasokan BBM di wilayah Malang diharapkan dapat lebih mengikuti kebutuhan masyarakat yang meningkat.

Editor : Aditya Novrian
pasokan BBM Malang BBM Malang solar Pertalite spbu malang