
MALANG, RADAR MALANG - Delapan pendaki memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi pada Sabtu (5/9). Perjalanan tersebut berujung pada terpisahnya salah seorang pendaki hingga tersesat di lereng sebelah barat. Tujuh pendaki lainnya lebih dulu diamankan petugas, sementara satu pendaki berhasil dievakuasi pada Selasa (8/9) sore.
Kronologi tersebut disampaikan Teguh Wiono, ketua tim sekaligus warga lokal yang terlibat dalam proses pencarian. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari survivor, rombongan awalnya berjumlah tiga orang yang berangkat melalui jalur Situs Purbakala pada Sabtu sore.
Dalam perjalanan, tiga pendaki tersebut bertemu rombongan lain yang berjumlah lima orang. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan bersama hingga total terdapat delapan pendaki.
Satu Pendaki Tertinggal di Jalur Terjal
Persoalan muncul ketika salah seorang pendaki bernama Isha, warga Kediri, tertinggal dari rombongan. Berdasarkan cerita survivor yang diterima Teguh, rombongan lainnya tetap melanjutkan perjalanan dan tidak menunggu Isha.
Baca Juga: Karhutla di Jalur Semeru, Pendakian Ditutup hingga Batas Waktu Belum Ditentukan
Kondisi medan turut menyulitkan komunikasi dan pemantauan antarpedaki. Jalur tersebut memiliki tebing di kedua sisi sehingga jarak pandang dan kemampuan mendengar keberadaan anggota rombongan menjadi terbatas.
“Medannya sangat curam. Tebing di kanan dan kiri menutup pandangan, sehingga sulit melihat dan mendengar keberadaan pendaki lain,” kata Teguh.
Isha kemudian melanjutkan perjalanan seorang diri. Berdasarkan pengakuannya, dia menjadi satu-satunya anggota rombongan yang berhasil mencapai puncak Gunung Semeru. Sementara tujuh pendaki lainnya disebut tidak melanjutkan perjalanan hingga puncak karena kondisi fisik.
Terpisah saat Perjalanan Turun
Masalah kembali terjadi ketika rombongan turun dari kawasan puncak. Isha dan tujuh pendaki lainnya disebut mengambil jalur berbeda. Kondisi tersebut membuat jarak di antara mereka semakin jauh hingga Isha akhirnya tersesat.
Tujuh pendaki lainnya berhasil diamankan di kawasan kampung yang sebelumnya telah dijaga petugas. Informasi mengenai aktivitas pendakian melalui jalur tidak resmi itu telah diterima petugas dari masyarakat sejak Sabtu.
Baca Juga: Kebakaran Hutan di Blok Ranu Kembang, Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total
Sementara itu, pencarian terhadap Isha berlanjut setelah Teguh menerima laporan dari warga melalui pesan WhatsApp pada Senin siang. Informasi tersebut menjadi petunjuk mengenai keberadaan pendaki yang terpisah dari rombongan.
Isha akhirnya ditemukan di lereng sebelah barat dan berhasil dievakuasi pada Selasa (8/9) sore.
Jalur Tidak Resmi Didominasi Tebing
Teguh mengingatkan bahwa jalur yang digunakan delapan pendaki tersebut bukan jalur pendakian resmi dan memiliki karakter medan yang berat. Jalur didominasi tebing serta bebatuan terjal sehingga memiliki risiko tinggi, terutama bagi pendaki yang belum mengenal medan.
“Kalau binatang buas tidak ada, tetapi medan tebing dan bebatuannya sangat terjal,” ujarnya.
Editor : Aditya Novrian