Beras Premium Langka di Pasar Kota Malang, Pemkot Tunggu Arahan Bapanas

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 15:53 WIB
Penjual beras premium di Pasar Klojen, kemarin.  (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Penjual beras premium di Pasar Klojen, kemarin. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pasokan beras premium di sejumlah pasar tradisional dan distributor Kota Malang mulai berkurang. Pemkot Malang masih melakukan pengecekan dari gudang hingga produsen sebelum menentukan intervensi. Langkah tersebut menunggu arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan pasokan beras premium kembali tersedia di pasaran.

Kondisi itu menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang saat melakukan peninjauan Selasa (8/9). Pemkot mendapati harga beras premium di tingkat distributor masih tinggi. Kondisi tersebut turut memengaruhi keputusan pedagang dalam menyediakan stok untuk konsumen.

Pasokan Beras Premium Masih Dicek dari Gudang hingga Produsen

Pemkot Malang akan mengecek rantai pasokan beras premium secara menyeluruh, mulai dari gudang hingga produsen. Hasil pengecekan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, pemerintah masih perlu memastikan kondisi pasokan secara keseluruhan sebelum mengambil langkah. Intervensi nantinya akan disesuaikan dengan arahan Bapanas.

Baca Juga: Sidak di Tiga Tempat, Pemkot Malang Dapai Stok Beras Premium di Distributor juga Langka

"Setelah pengecekan, baru ditentukan apakah perlu dan seperti apa intervensi yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi pasokan beras premium," tuturnya.

Eko menjelaskan, intervensi pasokan dapat dilakukan melalui Perum Bulog maupun dinas terkait. Namun, mekanisme tersebut masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Harga Distributor Tinggi Membuat Pedagang Mulai Berhitung

Tingginya harga beras premium di tingkat distributor membuat pedagang harus mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengambil stok. Pedagang dihadapkan pada pilihan menjual dengan harga lebih tinggi atau mengurangi penjualan beras premium.

Menurut Eko, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pasokan beras premium di sejumlah pasar berkurang. Pedagang tidak ingin mengambil risiko ketika harga jual harus dinaikkan terlalu tinggi.

"Sehingga pedagang juga mikir-mikir, tetap mengambil dengan konsekuensi menjual harga yang lebih tinggi juga atau tidak mengambil," katanya.

Baca Juga: Berembus Isu Beras SPHP di Malang Langka, Bapanas Langsung Blusukan ke Pasar

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap beras premium di Kota Malang masih cukup tinggi. Diskopindag masih menemukan konsumen yang mencari beras premium meskipun harga komoditas tersebut mengalami kenaikan.

Pengawasan Penimbunan Beras Premium Diperketat

Pemkot Malang belum dapat memastikan adanya praktik penimbunan yang menyebabkan berkurangnya beras premium di pasaran. Meski demikian, pengawasan akan dilakukan bersama Satgas Pangan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

"Kalau tentang penimbunan kami belum bisa memastikan ada praktik tersebut. Tapi akan melakukan pengawasan dengan Satgas Pangan," tandas Eko.

Editor : Aditya Novrian
beras premium Kota Malang kelangkaan beras premium harga beras premium Pemkot Malang Bapanas