MALANG, RADAR MALANG – Akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang, ditutup sementara mulai Kamis (10/9). Penutupan dilakukan menyusul kebakaran di kawasan Savana Pengol untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan, wisatawan masih dapat memasuki kawasan Bromo melalui Cemorolawang, Probolinggo, dan Wonokitri, Pasuruan. Namun, akses dari kedua pintu tersebut dibatasi hingga kawasan Laut Pasir.
Jalur Jemplang Ditutup hingga Kondisi Aman
Penutupan jalur Jemplang diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. TNBTS akan menyesuaikan pembukaan kembali akses dengan perkembangan kebakaran dan kondisi keamanan kawasan.
Baca Juga: Ini Alasan Ratusan Wisatawan Bromo Beralih ke Candi Singosari Malang
Kepala Balai Besar TNBTS Rudianta Tjahja Nugraha mengatakan, keputusan tersebut diambil agar proses penanganan kebakaran dapat berjalan tanpa mengganggu keselamatan wisatawan.
“Untuk kelancaran upaya penanganan dan pemadaman serta memperhatikan keamanan pengunjung, maka kunjungan wisata Bromo melalui pintu masuk Jemplang (Malang) ditutup untuk pengunjung,” ujar Rudianta dalam pengumuman resmi yang dirilis Kamis.
Selain menutup akses dari Jemplang, TNBTS juga menutup kawasan Savana Lembah Watangan. Wisatawan yang masuk melalui Cemorolawang dan Wonokitri hanya diperbolehkan sampai Laut Pasir.
Jalur Malang–Lumajang Tetap Bisa Dilalui
Meski akses wisata Bromo dari Jemplang ditutup, jalur transportasi Malang–Lumajang tidak ikut terdampak. Kendaraan masih dapat melintas melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Sementara itu, aktivitas wisata di Ranu Regulo masih diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. TNBTS mengingatkan pengunjung untuk menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Penutupan sementara tersebut terutama diberlakukan pada akses menuju kawasan wisata yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. TNBTS juga membatasi akses menuju titik kebakaran hanya bagi petugas, mitra, dan relawan yang terlibat dalam proses pemadaman.
Baca Juga: Hari Pertama Dipadati Ribuan Wisatawan Bromo
Pengunjung Diminta Tidak Mendekati Lokasi Kebakaran
TNBTS meminta masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawasan yang terdampak kebakaran. Selain berpotensi mengganggu proses pemadaman, keberadaan pengunjung di sekitar lokasi juga dapat membahayakan keselamatan.
“Masyarakat dan pengunjung dimohon untuk tidak mendekati lokasi kebakaran serta senantiasa memperhatikan informasi resmi dari Balai Besar TNBTS,” tegas Rudianta.
TNBTS akan melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan penanganan kebakaran sebelum menentukan kebijakan selanjutnya terkait pembukaan akses wisata Bromo melalui Jemplang.
Editor : Aditya Novrian