MALANG, RADAR MALANG – Seorang mahasiswa salah satu kampus negeri di Kota Malang berinisial QN, 23, ditemukan meninggal dunia di kamar kost kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Jumat (11/9). Polisi masih mendalami penyebab kematian korban. Dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan di kos yang berada di Jalan Joyo Agung, Kelurahan Tlogomas. Informasi tersebut diterima Polsek Lowokwaru melalui layanan pengaduan 110 Jogo Malang sekitar pukul 10.40.
Korban Sempat Mengeluh Sakit
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Tim yang datang terdiri atas piket Reskrim dan Samapta, serta didampingi relawan.
“Kami langsung mendatangi TKP bersama piket Reskrim, Samapta, dan didampingi relawan. Kondisi korban sudah tidak bernyawa. Dokter yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia,” ujar Anang.
Baca Juga: Mahasiswa FK UB yang Lompat dari Lantai 6 Jalani Operasi, Kondisi Stabil tapi Belum Sadar
Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat mengeluhkan sakit pada malam sebelum ditemukan meninggal. Saksi juga mendengar suara rintihan dari dalam kamar korban.
Keluarga kemudian memberikan informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit kambuhan berupa kekurangan kalium atau hipokalemia. Pada malam sebelumnya, korban disebut sempat mengeluhkan sakit tenggorokan, perut, serta demam.
Keluarga sempat menyarankan korban untuk mendapatkan pemeriksaan ke rumah sakit. Namun, korban kemudian tidak dapat dihubungi.
Polisi Tunggu Pemeriksaan Medis
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA). Polisi juga akan mengajukan permohonan visum untuk mendukung proses penyelidikan.
Baca Juga: Tekan Angka Bunuh Diri, PMI dan Polresta Rutin Sambangi Sekolah-Sekolah
“Dari keterangan saksi dan keluarga, korban memang memiliki riwayat kekurangan kalium. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD dr Saiful Anwar untuk proses lebih lanjut. Kami juga akan mengirimkan permohonan visum,” kata Anang.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang milik korban dan obat-obatan ditemukan di dalam kamar. Namun, temuan tersebut masih menjadi bagian dari pemeriksaan dan belum dapat disimpulkan berkaitan langsung dengan penyebab kematian.
Hingga Jumat, polisi belum menemukan indikasi adanya tanda-tanda kekerasan. Pemeriksaan medis dan hasil visum nantinya menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab kematian korban secara lebih pasti.
Editor : Aditya Novrian