MALANG KOTA, RADAR MALANG – Polisi mengungkap dugaan pemicu insiden yang melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) berinisial R, 19. Dari pemeriksaan sejumlah saksi, permasalahan asmara diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi tindakan berbahaya tersebut.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang mengetahui kondisi korban sebelum kejadian. Di antaranya kekasih, teman, dosen, hingga pengurus rumah kos tempat R tinggal.
Baca Juga: Mahasiswa Kampus Negeri Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Wilayah Lowokwaru, Polisi Dalami Penyebab
"Orang tua korban juga sudah datang dan mendampingi di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA)," ujar Anang.
Orang tua R diketahui datang dari Jawa Barat ke Kota Malang untuk mendampingi putranya yang masih menjalani perawatan di RSSA.
Dari penyelidikan sementara, polisi memperoleh informasi bahwa sebelum insiden terjadi di Gedung Sentral (Gedung A) Fakultas Pertanian UB, R sempat terlibat cekcok dengan kekasihnya.
Anang menyebut, cekcok tersebut diduga berkaitan dengan persoalan hubungan asmara. "Jadi kekasih korban selingkuh dengan orang lain," sebutnya.
Baca Juga: Mahasiswa FK UB yang Lompat dari Lantai 6 Jalani Operasi, Kondisi Stabil tapi Belum Sadar
Namun, sebelum kejadian berlangsung, sejumlah mahasiswa dan teman korban disebut telah berupaya mencegah R. Mereka meminta korban mengurungkan niatnya.
"Teman yang mencegah dan kekasihnya kami mintai keterangan," imbuh Anang.
R Masih Dirawat Intensif di RSSA
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, R hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ICU RSSA. Kondisinya disebut stabil, tetapi kesadarannya belum pulih.
Akibat insiden tersebut, R mengalami sejumlah cedera, termasuk patah tulang. Mahasiswa semester tiga itu kemudian mendapat penanganan medis dan menjalani operasi.
"Tim dokter memasang gips di kedua kaki dan melakukan jahitan di sekitar wajah," pungkas Lukman.
Editor : Aditya Novrian