FK UB Ungkap Rekam Akademik R sebelum Insiden, Punya IPK 3,8 dan Kehadiran Baik

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:17 WIB
FK UB melakukan konferensi pers terkait salah satu mahasiswa yang terlibat insiden. (Nabila Amelia/Radar Malang)
FK UB melakukan konferensi pers terkait salah satu mahasiswa yang terlibat insiden. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memastikan mahasiswa berinisial R, 19, tidak memiliki persoalan akademik sebelum insiden yang membuatnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA). Dari penelusuran fakultas, R memiliki kehadiran kuliah yang baik dengan IPK mencapai 3,8.

Penegasan tersebut disampaikan FK UB dalam konferensi pers pada Jumat sore (11/9). Pihak fakultas juga membantah sejumlah spekulasi di media sosial yang mengaitkan insiden R dengan persoalan akademik, termasuk isu tekanan karena tidak lolos kegiatan orientasi mahasiswa.

Rekam Akademik R Dinilai Baik

Hasil penelusuran FK UB menunjukkan R tidak mengalami kesulitan akademik yang menonjol. Kehadiran kuliahnya dinilai baik dan tidak ditemukan persoalan dengan dosen maupun mahasiswa lain.

Baca Juga: Cekcok dengan Kekasih Diduga Jadi Penyebab Insiden yang Melibatkan Mahasiswa FK UB

Ketua Prodi Sarjana Kedokteran FK UB dr Hafid MBiomed SpAn mengatakan, fakultas sebelumnya memilih fokus pada penanganan R serta pendampingan terhadap teman-temannya. Penanganan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak rektorat.

"Untuk mahasiswa kami sekarang dalam kondisi stabil. Oleh tim dokter dengan berbagai spesialis sudah dilakukan tindakan berupa rangkaian operasi," tegas Hafid.

Terkait informasi R mengalami tekanan karena tidak lolos kegiatan orientasi mahasiswa, Hafid menjelaskan memang terdapat ketidakhadiran. Namun, persoalan tersebut telah diselesaikan dan R dinyatakan lulus.

"Memang ada ketidakhadiran, tetapi sudah diganti dan yang bersangkutan dinyatakan lulus," jelas Hafid.

Menurut Hafid, catatan akademik R justru menunjukkan kondisi yang baik. Selain kehadiran kuliah, prestasi akademiknya juga tidak menunjukkan adanya masalah.

Baca Juga: Mahasiswa Kampus Negeri Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Wilayah Lowokwaru, Polisi Dalami Penyebab

"Kehadiran kuliahnya baik. Tidak ada kesulitan dengan dosen maupun kakak tingkat. Bahkan untuk IPK-nya sebesar 3,8," ungkapnya.

Fakultas Belum Mengetahui Faktor di Luar Akademik

FK UB belum memberikan kesimpulan mengenai faktor lain yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Hafid menyebut pihak fakultas belum menerima hasil resmi penyelidikan dari kepolisian.

"Di luar masalah akademik, bukan kewenangan fakultas untuk menjawab. Namun, dari kepolisian tentunya sudah mengumpulkan informasi. Kami sendiri belum mendapat hasil resmi dari kepolisian," ucap Hafid.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sejumlah pihak untuk mengetahui latar belakang kejadian. Pemeriksaan tersebut mencakup orang-orang yang berada di sekitar R sebelum insiden.

Karena proses penyelidikan masih berjalan, FK UB memilih tidak berspekulasi mengenai penyebab di luar persoalan akademik. Fakultas juga menunggu informasi resmi dari kepolisian.

Baca Juga: Mahasiswa FK UB yang Diduga Bunuh Diri Masih Dirawat di ICU, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

R Masih Dirawat Intensif di RSSA

Sementara itu, kondisi R saat ini disebut stabil dan masih menjalani perawatan di ICU RSSA. R telah mendapatkan penanganan medis dari tim dokter berbagai spesialis.

FK UB memastikan pendampingan terhadap R tetap dilakukan selama menjalani perawatan. Fakultas juga akan mengakomodasi pembiayaan selama mahasiswa tersebut mendapatkan perawatan di RSSA.

Selain penanganan terhadap R, kampus mulai mengevaluasi aspek keselamatan bangunan setelah insiden tersebut.

Baca Juga: Pasang Tarif hingga Rp 800 Juta, Tiga Dokter Didakwa Terlibat Perjokian Masuk FK Unair, UB, dan UM

Sekretaris UB Dr Tri Wahyu Nugroho SP MSi mengatakan evaluasi akan dilakukan terhadap desain dan aspek keamanan gedung. Salah satu kemungkinan yang dikaji adalah membatasi bukaan pada jendela.

"Nanti ada desain-desain baru untuk gedung. Misal, celah jendela hanya bisa dibuka sempit," terangnya.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat sistem keamanan bangunan. Namun, detail perubahan desain masih akan dibahas lebih lanjut oleh pihak universitas.

Editor : Aditya Novrian
mahasiswa FK UB FK UB universitas brawijaya malang RSSA