Opsi Hilangkan Dua Interchange Tol Kepanjen

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:35 WIB

 

PROYEK STRATEGIS: Kendaraan melintas di jalur tol Malang beberapa waktu lalu. Dari Kota Malang, akses tol dirancang berlanjut hingga Kepanjen, Kabupaten Malang.
PROYEK STRATEGIS: Kendaraan melintas di jalur tol Malang beberapa waktu lalu. Dari Kota Malang, akses tol dirancang berlanjut hingga Kepanjen, Kabupaten Malang.

KEPANJEN, RADAR MALANG – Perencanaan tol Malang-Kepanjen masih berubah ubah. Sempat mencuat wacana empat interchange, belakangan muncul opsi penghilangan dua titik. Hal itu untuk menekan besarnya biaya pembangunan.

”Ini terkait efisiensi anggaran. Yang menentukan dari Kementerian PU,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma kemarin.

Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen Diproyeksikan Bentuk Kawasan Ekonomi Baru, Harga Tanah Jadi Sorotan

Mengacu desain 2022 lalu, pembangunan tol Malang-Kepanjen sepanjang 30 kilometer tersebut memiliki empat titik interchange. Yakni di Bululawang, Pakisaji, Pagelaran, dan Kepanjen-Kromengan.

Tepatnya di Desa Slorok, Kecamatan Kromengan.

Interchange Bululawang untuk memudahkan pengguna tol yang menuju sisi timur Kabupaten Malang. Kemudian interchange Pakisaji untuk memudahkan akses menuju wilayah Kabupaten Malang yang berbatasan dengan sisi barat Kota Malang. Lalu interchange Pagelaran bertujuan menyambung ke Jalan Lintas Selatan (JLS) dan kawasan pantai. Sementara interchange Kepanjen-Kromengan untuk akses menuju Blitar.

Baca Juga: Proyek Tol Malang–Kepanjen Masuk Prioritas Nasional, Pembebasan Lahan Ditarget Mulai Tahun Depan

“Bisa jadi nanti yang dipakai (interchange) di Pakisaji dan Bululawang, atau Pagelaran,” terang pria yang akrab disapa O’ong itu.

Pihaknya memasrahkan sepenuhnya kepada Kemen-PU. Saat ini kementerian sedang melakukan feasibility studies (FS) dan basic design jalan tol tersebut. FS yang dimulai sejak Mei lalu ditarget tuntas Desember depan. Dengan demikian, tahun depan bisa dimulai pembebasan lahan dan pengerjaan konstruksi.

“Untuk progresnya sudah berapa persen, saya belum mendapatkan informasi dari konsultan kementerian. Saya yakin sudah 50 persen,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.

Selain perubahan inter change, pihaknya juga menyebut akan ada pergeseran trase. Jalan Tol tersebut menghindari aliran sungai. “Karena (biaya pengerjaan) mahal kalau kena sungai. Kami harus membangun konstruksi jembatan atau layang,” imbuh Oong.

Namun yang jelas, lanjutnya, jalan tol itu akan dibuat lebih pendek dari desain awal. Pihaknya tetap berharap jalan tol Malang-Kepanjen mendekat ke Jalan Gondanglegi-Balekambang yang kini sedang diperbaiki dan ruas dilebarkan.

Disinggung mengenai anggaran, perencanaan yang ditetapkan pada 2022 lalu disepakati menghabiskan Rp 10,04 miliar. Meski belum ada penetapan pasti anggaran tahun ini berapa, pihaknya memperkirakan tidak akan membengkak. ”Malah diperkirakan lebih ramping, sehingga lebih efisien,” katanya.(biy/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
Opsi Hilangkan Dua Interchange tol kepanjen JLS