UB Siapkan Perubahan Jendela Gedung Tinggi untuk Cegah Insiden Percobaan Bunuh Diri

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:48 WIB
FK UB melakukan konferensi pers terkait salah satu mahasiswa yang terlibat insiden. (Nabila Amelia/Radar Malang)
FK UB melakukan konferensi pers terkait salah satu mahasiswa yang terlibat insiden. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan perubahan struktur pintu dan jendela pada gedung perkuliahan sebagai bagian dari upaya mencegah insiden serupa terulang. Evaluasi tersebut menyasar gedung bertingkat di lingkungan kampus, disertai penguatan pendampingan psikologis dan sistem Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan Hidup (K3L).

Rencana perubahan sarana tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Evaluasi dilakukan setelah UB melihat perlunya penguatan aspek keselamatan pada bangunan bertingkat, terutama pada komponen bangunan yang memiliki akses ke area luar.

Perubahan Pintu dan Jendela Ditarget Mulai 2027

Sekretaris Universitas Brawijaya Tri Wahyu Nugroho mengatakan, evaluasi akan mencakup struktur pintu dan jendela pada gedung-gedung tinggi. Perubahan ditujukan untuk menjaga fungsi bangunan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan penggunanya.

Baca Juga: FK UB Ungkap Rekam Akademik R sebelum Insiden, Punya IPK 3,8 dan Kehadiran Baik

Untuk pintu, UB merencanakan modifikasi sehingga akses bukaan menjadi lebih terbatas. Sementara itu, bagian jendela tetap dirancang memungkinkan sirkulasi udara, tetapi tidak menyisakan celah yang dapat digunakan untuk keluar dari bangunan.

"Pintunya akan kami ganti, hanya bisa dibuka tetapi sempit. Jendela juga sehingga tidak bisa dimasuki oleh orang. Namun, anggarannya baru 2027," jelas Tri.

Menurut dia, rencana tersebut tidak hanya menyasar satu bangunan. Evaluasi dan perubahan sarana akan diarahkan pada gedung perkuliahan di seluruh fakultas yang membutuhkan penyesuaian.

UB Perkuat Sistem K3L di Lingkungan Kampus

Selain perubahan fisik bangunan, UB juga memperkuat fungsi Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan Hidup (K3L). Penguatan dilakukan baik pada tingkat universitas maupun fakultas untuk memastikan aspek keselamatan menjadi bagian dari evaluasi sarana dan prasarana kampus.

Baca Juga: Pasang Tarif hingga Rp 800 Juta, Tiga Dokter Didakwa Terlibat Perjokian Masuk FK Unair, UB, dan UM

Tri mengatakan, unit terkait akan secara konsisten melakukan evaluasi terhadap sarana prasarana serta komponen bangunan yang berada di lingkungan UB. Langkah tersebut diharapkan dapat menemukan potensi risiko lebih awal dan menjadi dasar perbaikan fasilitas.

Upaya mitigasi juga dilakukan melalui penguatan pendampingan psikologis bagi sivitas akademika. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari langkah UB untuk memperkuat sistem pencegahan dan memastikan persoalan keselamatan tidak hanya ditangani dari sisi fisik bangunan.

Dengan kombinasi evaluasi struktur bangunan, penguatan K3L, dan pendampingan psikologis, UB menargetkan sistem pencegahan dapat berjalan lebih menyeluruh. Realisasi perubahan sarana fisik sendiri masih menunggu penganggaran pada 2027.

Editor : Aditya Novrian
jendela gedung tinggi K3L UB keselamatan kampus ub malang universitas brawijaya