Warga Ngantang Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Dimakamkan di Blitar

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB
Jenazah Reyner Fausta Yosilianto berada di rumah duka. (Kades Pagersari Bambang Santoso)
Jenazah Reyner Fausta Yosilianto berada di rumah duka. (Kades Pagersari Bambang Santoso)

NGANTANG, RADAR MALANG – Warga Ngantang, Kabupaten Malang, Reyner Fausta Yosilianto menjadi salah satu korban meninggal dalam insiden KM Virgo Transport 8. Pria 22 tahun asal Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang, tersebut telah teridentifikasi setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu terbalik di perairan Laut Jawa.

Kepala Desa Pagersari Bambang Santoso mengatakan, jenazah Reyner akan dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan keluarga.

“Atas dasar kesepakatan keluarga, jenazah dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar,” ujar Bambang, Selasa (15/9).

Reyner Tinggal Bersama Keluarga di Ngantang

Reyner diketahui merupakan warga Dusun Claket, Desa Pagersari. Meski lahir di Blitar pada 24 Juli 2004, dia tinggal bersama keluarganya di Ngantang.

Baca Juga: Update Tragedi KM Virgo Transport 8: 129 Orang Masih Dicari Tim SAR Gabungan

Informasi mengenai identitas Reyner terungkap setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan melakukan proses identifikasi. Pencocokan data medis dan sidik jari memastikan jenazah tersebut merupakan Reyner.

Sebelumnya, jenazah korban diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin. Reyner menjadi korban pertama dalam insiden KM Virgo Transport 8 yang berhasil diidentifikasi.

Bambang mengatakan, pihak keluarga telah menentukan lokasi pemakaman di kampung halaman Reyner di Blitar.

KM Virgo Transport 8 Angkut 243 Orang

KM Virgo Transport 8 dioperasikan PT Virgo Karya Shipping untuk melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal Roro berukuran 8.540 GT itu bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9) pukul 06.52.

Baca Juga: Purbaya Dicopot dari Jabatan Menkeu, Pakar Ilmu Politik Sebut Gaya Komunikasi Purbaya Jadi Alasan Reshuffle

Berdasarkan manifes, kapal membawa 243 orang yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Selain penumpang dan awak, kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan logistik.

Kapal kemudian mengalami kondisi darurat saat melintasi perairan Masalembo pada Minggu (13/9) dini hari. Gelombang tinggi menghantam kapal hingga membuat posisinya miring.

Upaya nakhoda mengubah haluan tidak mampu mencegah kondisi kapal semakin parah. Dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit, kemiringan kapal meningkat drastis hingga akhirnya hilang kontak.

Laporan kondisi darurat kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin. Tim SAR bergerak menuju titik koordinat terakhir kapal. Dalam pemantauan udara, KM Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di tengah laut.

Hingga pembaruan terakhir, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung. Sebanyak 130 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada dalam manifes kapal.

Editor : Aditya Novrian
KM Virgo Transport 8 korban kapal Virgo warga Ngantang Reyner Fausta Yosilianto kapal Virgo Malang