MALANG KOTA, RADAR MALANG – Identitas korban tewas tertemper KA Kertanegara di kawasan Kebalen, Kota Malang, Selasa (15/9) pagi, akhirnya terungkap. Sebelumnya, korban masih disebut sebagai orang tidak dikenal (OTK) karena identitasnya belum diketahui saat dievakuasi dari lokasi kejadian.
Korban diketahui merupakan perempuan lanjut usia (lansia). Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Terungkapnya identitas tersebut sekaligus memperjelas informasi mengenai korban dalam insiden yang terjadi di perlintasan antara Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kotalama tersebut.
Identitas Korban Berhasil Diungkap
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, korban merupakan lansia perempuan yang tertemper KA Kertanegara pada sekitar pukul 08.30. Saat kejadian, korban berjalan dari arah timur menuju barat di perlintasan kawasan Kebalen.
Baca Juga: Orang Tak Dikenal Tertemper KA Kertanegara di Kawasan Kebalen
Sebelumnya, polisi menyampaikan bahwa identitas korban masih dalam proses penyelidikan. Petugas kemudian melakukan penanganan dan membawa jenazah ke RSSA untuk proses identifikasi.
Dengan terungkapnya identitas korban, status OTK yang sebelumnya melekat pada korban kini telah diketahui. Polisi masih menangani kejadian tersebut sesuai prosedur untuk memastikan rangkaian peristiwa di lokasi.
Korban Meninggal di Lokasi
Lukman mengatakan korban mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut. Di antaranya luka pada bagian kepala serta patah tulang kaki kanan.
Baca Juga: Daniel Maldini Kecelakaan di Milan, Cagliari Bantah Rumor Penggunaan Narkoba
“Korban meninggal dunia di tempat kejadian,” kata Lukman.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSSA Kota Malang. Polisi juga melakukan pendataan dan penyelidikan untuk melengkapi informasi terkait kejadian tersebut.
Insiden itu terjadi di KM 50+4/5 pada petak jalan antara Stasiun Malang dan Stasiun Malang Kotalama. KA Kertanegara yang melayani relasi Malang-Purwokerto membawa 180 penumpang ketika insiden terjadi.
Palang Perlintasan Sudah Tertutup
Berdasarkan keterangan polisi, saat korban hendak menyeberang, palang pintu perlintasan sudah dalam kondisi tertutup. Petugas juga berada di sekitar lokasi dan memberikan semboyan sebagai tanda kereta akan melintas.
Baca Juga: Update Kebakaran Bromo: Masih Tersisa Tiga Titik Api, di Kabupaten Malang dan Probolinggo
Sejumlah warga yang berada di sekitar perlintasan juga sempat memperingatkan korban. Namun, korban disebut tetap berjalan dan mencoba melewati perlintasan.
Pada saat bersamaan, KA Kertanegara melaju dari arah utara menuju selatan. Korban kemudian tertemper kereta hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Salah seorang saksi, Muhammad Romi Rizkianto, 41, mengatakan dirinya melihat sejumlah pengguna jalan telah berhenti karena palang perlintasan ditutup. Korban kemudian berjalan dari timur ke barat.
Menurut Romi, sebelum korban melintas, seorang penjual kopi juga menyeberangi perlintasan dan berhasil melewati jalur kereta. Korban kemudian mengikuti dari belakang, tetapi diduga terlambat menyeberang.
“Waktu itu palang sudah ditutup. Ada penjual kopi yang menyeberang lebih dulu, lalu korban ikut. Tapi korban terlambat,” ujarnya.
Romi yang sehari-hari berjualan bakso di Jalan Zaenal Zakse Gang 1, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, menyebut korban terpental sekitar 15–20 meter setelah tertemper kereta.
Editor : Aditya Novrian