MALANG KOTA, RADAR MALANG — Lahan kosong seluas sekitar 3.000 meter persegi di Jalan Kadaka Nomor 13, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, terbakar Kamis (17/9). Pemadam kebakaran menduga api berasal dari aktivitas pembakaran oleh oknum yang belum diketahui identitasnya.
Laporan kebakaran diterima UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang pukul 12.46. Petugas langsung berangkat satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 13.01. Sebanyak 16 personel dan lima unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Api Ditangani dengan Pembasahan
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pembasahan di sekitar area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan potensi penyebaran api sekaligus memastikan tidak ada titik api yang masih menyala.
Baca Juga: Lahan di Makam Sukun Malang Terbakar, 100 Meter Persegi Terdampak
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, penanganan berlangsung hingga seluruh area dinyatakan aman.
“Penanganan dilakukan dengan pembasahan di sekitar lahan. Setelah itu, petugas memastikan titik api sudah tidak ada,” terang Pandu.
Pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 90 menit. Operasi dinyatakan selesai pukul 14.32. Setelah meninggalkan lokasi pukul 14.35, seluruh personel dan armada tiba kembali di markas sekitar pukul 15.00.
Sebanyak 40 ribu liter air digunakan selama proses penanganan. Petugas juga mendapat dukungan Redkar, J99, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kelurahan Jatimulyo, dan unsur terkait lainnya.
Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Tidak ada korban jiwa maupun warga yang dilaporkan mengalami luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp30 juta. Sementara itu, pemilik lahan belum diketahui.
Baca Juga: Tak Kunjung Padam, Kebakaran Gunung Kawi Malah Meluas ke Dau dan Wagir
Mengenai penyebab kebakaran, petugas masih menyebut dugaan sementara. Pandu mengatakan informasi awal yang diterima menyebut kebakaran lahan dan terdapat dugaan area tersebut dibakar oleh orang yang belum diketahui.
“Informasi awal yang kami terima adalah kebakaran lahan. Dugaan sementara, lahan terbakar akibat dibakar oleh oknum yang tidak dikenal,” kata Pandu.
Karena itu, petugas mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka secara sembarangan. Api yang tidak terpantau dapat merambat, terlebih ketika kondisi lahan kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan. Jika ada aktivitas pembakaran, harus dipastikan api benar-benar padam dan tidak berpotensi merambat,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian