Kebakaran Gunung Kawi Makin Meluas, 1.459 Hektare Area Terdampak

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:13 WIB
Asap di terlihat di Gunung Kawi. (BPBD Kabupaten Malang)
Asap di terlihat di Gunung Kawi. (BPBD Kabupaten Malang)

KABUPATEN, RADAR MALANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, terus meluas. Hingga Jumat (18/9) malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sekitar 1.459 hektare area terdampak kebakaran.

Luasan tersebut tersebar di dua wilayah. Sekitar 385 hektare berada di kawasan Pos Lapang Merkusi, sedangkan 1.074 hektare lainnya berada di wilayah Pos Lapang Selorejo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan penanganan karhutla masih dilakukan melalui jalur darat dan udara. Tim gabungan juga terus menyisir sejumlah kawasan untuk memantau titik api yang masih terlihat.

Titik Api Masih Terlihat di Sejumlah Puncak

Pada Jumat, puluhan personel dikerahkan dari sejumlah pos pantau menuju beberapa titik di kawasan Gunung Kawi. Sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton bergerak menuju Puncak Pitrang.

Baca Juga: Tak Kunjung Padam, Kebakaran Gunung Kawi Malah Meluas ke Dau dan Wagir

Sementara itu, 43 personel dari Pos Pantau Merkusi diarahkan menuju Puncak Batu Tulis. Sebanyak 15 personel dari Pos Pantau Dalisodo juga bergerak menuju Puncak Gunung Malang.

“Pada Jumat, sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton bergerak menuju Puncak Pitrang. Selain itu, 43 personel dari Pos Pantau Merkusi menuju Puncak Batu Tulis dan 15 personel dari Pos Pantau Dalisodo menuju Puncak Gunung Malang,” kata Purwoto.

Dari hasil pemantauan, api masih terlihat di sejumlah lokasi. Di antaranya Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, Gunung Malang Kucur, serta kawasan timur Pos 3 jalur Buthak-Panderman.

Water Bombing Sudah 16 Kali

Selain pemadaman dari darat, penanganan juga dilakukan melalui udara menggunakan metode water bombing oleh BPBD Provinsi Jawa Timur. Hingga Jumat malam, operasi tersebut telah dilakukan sebanyak 16 kali.

Baca Juga: Karhutla di Gunung Buthak Berlanjut ke Puncak Gunung Kawinajang

Di darat, tim gabungan juga menyiapkan pembuatan ilaran atau sekat bakar di sejumlah kawasan. Sekat tersebut digunakan untuk memutus jalur penyebaran api sekaligus menghambat potensi perluasan kebakaran.

Penanganan karhutla melibatkan BPBD, TNI-Polri, Perhutani, pemerintah desa dan kecamatan, LMDH, masyarakat peduli api, relawan, petugas pos pendakian, serta unsur terkait lainnya.

Posko pelaporan penanganan Karhutla Gunung Kawi berada di Pos Lapang Merkusi, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir.

Editor : Aditya Novrian
Water Bombing Kebakaran Gunung Kawi Karhutla Gunung Kawi kebakaran hutan Malang BPBD Kabupaten Malang