MALANG KOTA, RADAR MALANG — Kota Malang membidik predikat Kota Layak Anak (KLA) Utama pada 2027. Salah satu upaya yang diperkuat adalah perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) di tingkat kelurahan untuk mencegah kekerasan, eksploitasi, pornografi, hingga perundungan terhadap anak.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Atiyatul Husna mengatakan, terdapat 24 indikator yang harus dipenuhi untuk mencapai predikat KLA Utama. Perlindungan khusus menjadi salah satu indikator yang perlu diperkuat.
PATBM Didorong Ada di Setiap Kelurahan
Dalam penerapannya, PATBM melibatkan masyarakat untuk membangun upaya pencegahan dan perlindungan anak di lingkungan masing-masing. Karena itu, penerapan PATBM didorong dilakukan di setiap kelurahan di Kota Malang.
Baca Juga: Unggul FC Malang Tembus Final Super Cup 2026, Nizar Jadi Pahlawan Gagalkan Dua Penalti
Atiyatul menyebut Kelurahan Samaan menjadi salah satu wilayah yang telah menerapkan PATBM. Edukasi perlindungan anak di wilayah tersebut tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga dikemas dalam kegiatan yang melibatkan anak dan masyarakat.
"Salah satu yang sudah menerapkan adalah Kelurahan Samaan," sebut perempuan yang biasa disapa Iik tersebut.
Perlindungan Anak Dikemas Lewat Lomba Drama
Penerapan PATBM di Kelurahan Samaan dilakukan melalui lomba poster dan drama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan isu perlindungan anak dengan cara yang lebih mudah dipahami.
"Jadi di Kelurahan Samaan, PATBM disosialisasikan lewat lomba drama. Lombanya melibatkan anak-anak dan orang dewasa," sambung Iik.
Baca Juga: Paling Cepat Oktober, 1.059 Lapak di Pasar Gadang Bakal Dihibahkan ke Pemkot Malang
Ketua TP PKK Kelurahan Samaan Weni Susilowati mengatakan, lomba poster diikuti 32 anak yang mewakili masing-masing RT. Kegiatan tersebut telah digelar pada 10 September dan menghasilkan tiga pemenang.
Namun, poster seluruh peserta tetap dipajang di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kantor Kelurahan Samaan.
"Kendati demikian, poster seluruh peserta dipajang di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kantor Kelurahan Samaan," terang Weni.
Sementara itu, lomba drama yang digelar Sabtu (19/9) melibatkan delapan RW. Masing-masing RW menampilkan drama dengan tema perlindungan anak, mulai dari perundungan di sekolah hingga dinamika dalam keluarga.
Deklarasi KLA Digelar Bersamaan
Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan deklarasi KLA di Kelurahan Samaan. Weni mengatakan, pemilihan drama sebagai media edukasi bertujuan agar pesan perlindungan anak tidak berhenti pada penyampaian secara lisan.
Baca Juga: Pemkot Dorong Pengesahan Ranperda Kota Layak Anak
"Kami sengaja mengemas penerapan PATBM dengan drama. Jadi anak-anak tidak hanya sekadar mendengar, tapi lebih memahami maknanya," pungkas Weni.
Menurut Weni, Kelurahan Samaan selama ini tidak menerima laporan kasus kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kegiatan PATBM di wilayah tersebut.
Editor : Aditya Novrian