Bisa Bad Mood Seharian Jika Pembalap Crash

Khansa Kamila • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 14:44 WIB
DRIVER FAVORIT: Nadya Siahaan memamerkan poster pembalap Red Bull F1 Max Verstappen sambil menonton cuplikan balapan beberapa waktu lalu.
DRIVER FAVORIT: Nadya Siahaan memamerkan poster pembalap Red Bull F1 Max Verstappen sambil menonton cuplikan balapan beberapa waktu lalu.

MALANG – RAPAT himpunan mahasiswa tetap berjalan di depan mata Nadya Siahaan. Namun, perhatian mahasiswi di Kota Malang itu sesekali beralih ke layar laptop. Di sana, balapan Formula 1 (F1) sedang berlangsung. Rapat dan balapan berjalan bersamaan.

Laptop memang sengaja dibawa Nadya. Ia tak ingin kehilangan race, terlebih balapan yang disaksikannya saat itu menjadi bagian penting dalam perebutan World Drivers’ Championship (WDC) 2025. Persaingan Max Verstappen, Oscar Piastri, dan Lando Norris berlangsung ketat.

”Jadi posisinya saya sudah bawa laptop, sambil saya nyalakan, layar laptop saya Bein Sport nonton F1, orang-orang rapat depan saya,” ujar Nadya. Kegemarannya terhadap F1 bukan muncul tiba-tiba. Nadya tumbuh di keluarga yang sudah akrab dengan olahraga tersebut.

Baca Juga: Balapan Brutal FIA Rallycross World Cup 2026 Bakal Guncang Ancol Desember Ini!

Namun, 2021 menjadi titik ketika F1 benar-benar menarik perhatiannya. Persaingan Lewis Hamilton dan Verstappen membuatnya mulai mengikuti balapan dengan lebih serius. Setelah Verstappen meraih gelar, dukungan Nadya kepada pembalap asal Belanda itu semakin kuat.

Ia bukan hanya mengikuti hasil akhir. Cara Verstappen membaca situasi balapan menjadi salah satu hal yang membuatnya kagum. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika Verstappen mampu bangkit dari posisi belakang dan memimpin balapan dalam kondisi hujan.

”Saya sempat nonton di kejuaraannya, posisi belakang starting point-nya, tapi dia bisa langsung tiba-tiba di posisi P1. Waktu itu juga hujan dan dia memang rain master,” katanya.

Semakin lama mengikuti F1, perhatian Nadya pun melebar dari pembalap ke persoalan teknis. Regulasi menjadi salah satu bagian yang justru membuatnya betah mengikuti olahraga tersebut.

Perubahan besar regulasi F1 2026 menjadi contoh. Nadya memahami perubahan komposisi tenaga listrik yang meningkat, perubahan aerodinamika, hingga hilangnya DRS dalam format lama. Bagi penonton biasa, perubahan itu mungkin terdengar rumit. Namun, bagi Nadya, justru di situlah menariknya F1. Kecintaan itu bahkan ikut memengaruhi kesehariannya. Ketika Verstappen mengalami crash, suasana hatinya bisa ikut memburuk alias bad mood.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan 85 Personel Polres Malang untuk Menangkal Aksi Balapan Liar di Jalanan

”Rasanya hari-hari saya berjalan dengan buruk, ini beneran. Apalagi kalau Verstappen lagi crash,” tuturnya. Karena itu, anggapan bahwa perempuan menyukai F1 hanya karena paras pembalap tidak terlalu dipedulikannya. Menurut Nadya, ketertarikan bisa bermula dari mana saja, tetapi bukan berarti berhenti di sana.

“Ya memang ganteng. Saya juga nggak gimana-gimana kalau ada yang suka F1 karena ganteng. Malahan bagus, fans F1 jadi banyak,” ujarnya.

Editor : Aditya Novrian
Fans Perempuan Nadya Siahaan max verstappen Kota Malang formula 1