BULULAWANG – Upaya Kabupaten Malang mengembangkan varietas padi unggul mulai memasuki tahap pengembangan benih. Padi Sukma yang dikembangkan dari Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Pelepasan dari Kementerian Pertanian (Kementan) pada awal Agustus lalu. Pemkab Malang kini menyiapkan benih sumber untuk diperbanyak dan disebarkan kepada petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicena Medisca Saniputra mengatakan, penerbitan SK tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan proses pengembangan benih.
Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan benih sumber yang nantinya diperbanyak sebelum disebarkan. “Kami sedang menyiapkan benih sumber, jadi yang sudah ada kami gandakan untuk kami sebarkan sekitar Oktober nanti. Musim tanam 2027 sudah bisa kita launching,” kata Avicena. Setelah proses perbanyakan benih berjalan, padi Sukma ditargetkan mulai ditanam untuk kebutuhan konsumsi pada Maret 2028.
Baca Juga: Pupuk Kaltim Perkuat Pendampingan Agrosolution Lewat Pemupukan Padi di Pojokrejo Jombang
Dengan adanya SK Pelepasan, DTPHP juga dapat melanjutkan pengurusan izin edar. Tahapan tersebut diperlukan sebelum benih padi Sukma disebarkan lebih luas kepada petani. Padi Sukma merupakan varietas yang dikembangkan DTPHP Kabupaten Malang bersama kelompok tani di Desa Kasembon dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Varietas tersebut memiliki potensi produksi yang menjadi salah satu keunggulannya. Avicena menyebut, hasil riset menunjukkan produksi padi Sukma dapat mencapai sekitar 14 ton per hektare. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Malang yang berada di kisaran tujuh ton per hektare.
“Nasional hanya 5,2 ton, Jatim 5,7 ton. Jadi hasil panennya lebih banyak,” imbuhnya. Dari sisi masa tanam, padi Sukma memiliki usia sekitar 115 hari dan tergolong tanaman inbrida. Berdasarkan pengembangan yang dilakukan sejauh ini, benih tersebut masih menunjukkan kestabilan hingga dua sampai tiga kali musim tanam.
“Tapi ini masih kami teliti terkait penurunan kualitasnya. Pengalaman teman-teman sampai tiga kali itu masih stabil,” ujar Avicena. DTPHP berharap pengembangan varietas tersebut dapat meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Malang. Target peningkatannya mencapai sekitar 30 persen setelah benih dapat dikembangkan dan digunakan secara lebih luas oleh petani.
Baca Juga: Jasa Penggilingan Padi Terus Menjaga Eksistensi
Disunting kembali oleh Aqila
Editor : Aditya N. Rian