Saluran Air Warga Putus, Dampak Nyata Karhutla Gunung Kawi yang Terus Meluas

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 15:10 WIB
Kebakaran di Gunung Kawi yang terus meluas turut merusak saluran pipa air minum warga, sehingga sejumlah dusun kehilangan akses air bersih. (Dok. Facebook)
Kebakaran di Gunung Kawi yang terus meluas turut merusak saluran pipa air minum warga, sehingga sejumlah dusun kehilangan akses air bersih. (Dok. Facebook)

RADAR MALANG – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, masih terus meluas hingga Selasa (22/9/2026). Berdasarkan pemantauan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, luas area yang terbakar sudah mencapai 1.534 hektare, tersebar di Kecamatan Wagir dan Dau.

Api pertama kali terpantau sejak Kamis (17/9/2026) malam dari wilayah Desa Precet, titik pantau basecamp Merkusi, Kecamatan Wagir. Sejak itu, api terus merambat ke sejumlah titik lain, mulai dari Puncak Pitrang, Puncak Batu Tulis, hingga kawasan Gunung Malang Kucur.

Dampak kebakaran ini tidak cuma soal lahan yang hangus. Saluran pipanisasi air minum warga di sejumlah dusun ikut terbakar, sehingga memutus akses air bersih bagi warga di sekitar kawasan hutan.

Baca Juga: Update Kebakaran Toko Kelontong di Galunggung Malang: Satu Orang Tewas, Penyebab karena Api Kompor Menyambar Jeriken Bensin

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan salah satu saluran air yang terputus berada di Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari. Warga di dusun tersebut kini kesulitan mendapat pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Perhutani, hingga relawan terus berupaya memadamkan api lewat jalur darat dan udara. Water bombing sudah dilakukan beberapa kali di titik-titik krusial, termasuk Puncak Pitrang dan Gunung Malang Kucur.

Sadono menegaskan, seluruh pos pantau dan pos lapang diminta tetap siaga memantau kemunculan titik api maupun asap baru. Upaya pendinginan lewat udara juga terus dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan meluas ke permukiman warga.

Kondisi ini membuat warga di sekitar kawasan terdampak berharap pemadaman bisa segera tuntas. Selain mengancam kelestarian hutan, kebakaran yang berkepanjangan ini juga langsung berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat di sekitarnya.

 Baca Juga: Kebakaran Karhutla Belum Usai, Kualitas Udara di Samarinda Capai Titik Sangat Tidak Sehat

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Karhutla Gunung Kawi kecamatan dau kebakaran hutan Kecamatan Wagir BPBD Kabupaten Malang