KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG – Luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Kawi kembali bertambah. Data terbaru per Rabu (23/9) mencatat area terdampak kebakaran mencapai sekitar 1.538 hektare. Angka tersebut bertambah 79 hektare dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.459 hektare.
Penambahan luasan terutama berasal dari kawasan Selorejo. Berdasarkan data dua pos lapang, Pos Lapang Merkusi mencatat area terbakar sekitar 389 hektare. Sementara Pos Lapang Selorejo mencatat 1.149 hektare.
Sehari sebelumnya, luas area yang tercatat di Selorejo mencapai 1.074 hektare. Sementara data Pos Lapang Merkusi berada di angka 389 hektare. Dengan demikian, tambahan 79 hektare pada pembaruan data terbaru berasal dari kawasan yang dipantau Pos Lapang Selorejo.
Baca Juga: Update Karhutla: Kembali Ditemukan Titik Api Kawasan Gunung Kawi Malang
Pendataan Masih Berjalan Setiap Hari
Kalaksa BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan proses observasi dan pendataan masih dilakukan tim di lapangan. Penyisiran dilakukan untuk memperbarui kondisi kawasan terdampak sekaligus memantau kemungkinan munculnya titik api baru.
“Masih proses observasi dan pendataan. Hal itu kami terus lakukan setiap hari,” kata Purwoto.
Sebelumnya, pada Senin (21/9), data dari Pos Merkusi mencatat area terdampak mencapai 385 hektare. Rinciannya, 362 hektare berada di Kecamatan Wagir, 18 hektare di Kecamatan Ngajum, dan lima hektare di Kecamatan Wonosari.
Baca Juga: Kebakaran di Warung Madura, Satu Meninggal, Satu Lagi Masih Dirawat Intensif
Titik Api Baru Muncul di Blok Pos 3 Tlekung
Pada Rabu (23/9), tim Pos BC Buthak Panderman juga menemukan titik api baru di Blok Pos 3 Tlekung. Api berhasil dipadamkan secara manual menggunakan metode dikebyok dan ilaran.
Sementara itu, tim Pos Pantau Merkusi melakukan penyisiran menuju Puncak Batu Tulis hingga kawasan Gunung Gentong. Tim juga mengecek jaringan pipanisasi air minum warga yang terdampak kebakaran.
BPBD merekomendasikan pemantauan dan pemadaman dilakukan secara berkelanjutan di seluruh pos lapang maupun pos pantau. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kembali munculnya api maupun kepulan asap di kawasan Gunung Kawi.
Editor : Aditya Novrian