BANTUR – Pengaspalan Jalan GondanglegiBantur Balekambang terus dikebut. Namun, pengerjaan belum bisa dilakukan secara merata karena masih terdapat bidang tanah yang belum bebas. Kondisi itu membuat sejumlah bagian jalan belum tertutup aspal meski ruas utama secara keseluruhan sudah tersambung.
Perbaikan jalan sepanjang 30,485 kilometer tersebut dimulai sejak Oktober 2024. Pekerjaan dibagi menjadi dua trase, yakni Lot 16A Gon danglegiWonokerto dan Lot 16B Wonokerto Balekambang. Humas Balai Besar Pelak sanaan Jalan Nasional (BB PJN) Jawa TimurBali Ke menterian Pekerjaan Umum (KemenPU) Achsan Asjhari mengatakan, progres kedua lot sudah mendekati tahap akhir.
Pekerjaan Lot 16A telah mencapai sekitar 80 persen, sedangkan Lot 16B mencapai 90 persen. “Sisa pekerjaan saat ini pa da lahan yang sudah be bas adalah pengaspalan, fina lisasi pekerjaan jemba tan dan pemasangan per leng kapan jalan,” kata Achsan
Untuk pekerjaan jembatan, sebagian besar juga telah me masuki tahap akhir. Jem batan yang masih difinalisasi antara lain Jembatan Bantur dan Bledo kan. Sementara Jemba tan Wonokerto dan Sri gonco telah selesai dan sudah dibuka untuk peng guna jalan. Di sisi lain, Camat Bantur Bayu Jatmiko mengatakan, secara umum pengaspalan su dah tersambung dari Gon danglegi hingga Perempatan Balekambang.
Namun, per mukaan jalan belum sepe nuhnya merata karena masih terdapat bidang tanah yang belum dapat dikerjakan. “Secara obyektif dilihat tampak mata aspal dari ujung Gon danglegi sampai JLS Bale kambang sudah tersam bung. Hanya beberapa bagian masih terlihat kotak split karena masalah itu,” ujar Bayu.
Di wilayah Desa Bantur dan Wonorejo, misalnya, masih ter dapat sembilan pemilik tanah yang belum melepaskan lahannya. Sementara pada trase Lot 16A, jumlah bidang tanah yang belum bebas mencapai 215 bidang dan masih berproses dalam penetapan lokasi (penlok).
Kondisi tersebut terlihat pada sejumlah titik. Bagian jalan yang lahannya belum bebas masih berupa split dan belum mendapatkan lapisan aspal. Sebaliknya, pada bi dang yang sudah bebas, pengaspalan telah dilakukan dari sisi kanan hingga kiri jalan. Bayu mengatakan, informasi yang diterimanya, proses pem bebasan lahan akan dilakukan dalam waktu dekat melalui mekanisme eksekusi bersama Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen.
“Dulu info akhir September saya dengarnya. Namun kalau melihat gelagat September hanya tersisa beberapa hari, mung kin bulan depan. Kalau surat keputusan dari hakim su dah final, sepertinya ter gantung kesiapan pihak peng amanan eksekusi dari TNI dan Polri,” tandasnya. Pekerjaan kedua trase di targetkan rampung dan dapat dilalui secara optimal pada awal 2027. PHO Lot 16A dijad walkan September 2026, se dangkan Lot 16B pada De sember 2026.
Baca Juga: Perbaikan Jalur Balekambang Tuntas Akhir Tahun
Editor : Aditya N. Rian