MALANG KOTA, RADAR MALANG - Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) sudah pernah meminta Pemkot Malang tidak menunggu sampai terjadi insiden untuk melakukan perawatan fasilitas pasar. Instalasi listrik menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian karena berhubungan langsung dengan aktivitas pedagang setiap hari.
Wakil Ketua sekaligus Humas Hippama Agus Priambodo mengatakan, pemeliharaan rutin diperlukan sembari menunggu kepastian rehabilitasi Pasar Besar Malang. Menurut dia, kondisi fasilitas yang terus digunakan perlu dipantau agar potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.
"Kalau memang belum bisa diperbaiki pasarnya, paling tidak ada pemeliharaan rutin," tegas Agus.
Baca Juga: Begini Kondisi Pasar Besar Malang setelah Dipadamkan, Area Seluas 27 Meter Persegi Terdampak
Instalasi Listrik Jadi Perhatian Pedagang
Perhatian terhadap instalasi listrik bukan tanpa alasan. Pada 31 Agustus lalu, instalasi listrik di pintu utara sisi barat, tepatnya di depan Toko Textile Sinar Busana, sempat terbakar.
Agus menyebut, kejadian tersebut merupakan kali kedua di titik yang sama. Saat itu, api muncul setelah terdengar percikan dan letusan dari instalasi listrik sekitar pukul 09.00.
"Jadi kalau ditotal sudah 2 kali kebakaran. Penyebabnya kemungkinan karena korsleting," ungkap Agus.
Api saat itu berhasil dipadamkan menggunakan tiga APAR milik pedagang. Setelah kejadian, PLN juga dipanggil untuk melakukan pengecekan sekaligus perbaikan pada bagian instalasi yang mengalami masalah.
Bagi pedagang, keberadaan APAR menjadi salah satu langkah antisipasi. Agus menyebut, pengalaman kebakaran besar di Pasar Besar membuat sebagian pedagang memilih membeli APAR secara pribadi untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Baca Juga: Pasar Besar Malang Kembali Terbakar, Api Muncul di Lantai Satu
Minta Perawatan Tak Hanya saat Ada Masalah
Hippama berharap pemeliharaan tidak hanya dilakukan ketika terjadi kerusakan atau insiden. Pemeriksaan berkala dinilai diperlukan untuk mengetahui kondisi fasilitas, khususnya jaringan listrik yang digunakan untuk menunjang aktivitas toko.
Agus juga berharap rencana penanganan Pasar Besar tidak selalu diarahkan pada pembongkaran total. Pihaknya lebih mendorong rehabilitasi secara bertahap pada bagian-bagian yang membutuhkan perbaikan.
"Kami menagih janji Pak Wali Kota," ucapnya.
Pemkot Siapkan Rencana Perbaikan
Sementara di tempat lain, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi mengatakan, pihaknya berjanji melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi Pasar Besar Malang.
"Kalau sudah kami laporkan ke pimpinan. Semisal perlu perbaikan, kami coba anggarkan pada 2027," tegas Eko.
Baca Juga: Karhutla Gunung Kawi Malang Kembali Bakar 385 Hektare, Asap Masih Terlihat di Sejumlah Titik
Eko menjelaskan, tahun ini belum tersedia anggaran untuk perbaikan Pasar Besar Malang. Dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) pun belum terdapat tambahan anggaran untuk kebutuhan tersebut.
Meski demikian, dia menyebut pemeliharaan tetap diupayakan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan fasilitas pasar sembari menunggu rencana perbaikan berikutnya.
Editor : Aditya Novrian