Lidah Sapi hingga Lasagna, Menu MPASI Kedai Mama Barra Malang Makin Variatif

Luciana Ramadhani Putri • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 14:08 WIB
MUDAHKAN PARA IBU: Pengelola Kedai Mama Barra Novita menunjukkan tiga varian produk MPASI yang kerap jadi buruan ibu-ibu untuk sang buah hati.
MUDAHKAN PARA IBU: Pengelola Kedai Mama Barra Novita menunjukkan tiga varian produk MPASI yang kerap jadi buruan ibu-ibu untuk sang buah hati.

MALANG – Kebutuhan MPASI di Kota Malang ikut melahirkan beragam pilihan makanan untuk bayi dan balita. Ada yang menawarkan variasi lauk hingga olahan organ meat, ada yang mengenalkan cita rasa Nusantara sejak dini, sementara lainnya mengandalkan frozen food sebagai stok praktis di rumah. Di balik tren tersebut, pengalaman dan kebutuhan ibu menjadi pemicunya.

BUBUR dengan sayur dan lauk sederhana bukan lagi satu-satunya pilihan makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Di Kota Malang, pilihan menu untuk bayi dan balita semakin beragam. Mulai olahan otak sapi, lidah sapi, pasta, hingga finger food kini bisa ditemukan sebagai alternatif sajian untuk anak. Ragam tersebut salah satunya tersedia di Kedai Mama Barra.

Pengelola kedai Novita, melihat orang tua kini tidak hanya mencari makanan yang praktis. Mereka juga membutuhkan variasi menu ketika anak mulai sulit makan atau mengalami gerakan tutup mulut (GTM). ”Yang dibutuhkan pelanggan saat ini itu lauk-lauk yang bisa jadi BB booster dan bisa mengatasi GTM. Banyak ibu-ibu yang bingung memvariasikan olahan makanan untuk anak,” ujar Novita.

Baca Juga: Dari Lauk Prasmanan ke Sajian Taman, Begini Wajah Kuliner Malang

Otak sapi bumbu kuning menjadi salah satu menu yang cukup banyak dipesan. Selain itu, tersedia sempol ayam sebagai finger food. Untuk anak usia satu tahun ke atas, pilihannya antara lain lele fillet kuah tomat dan udang kuah santan. Menu pasta juga ikut masuk daftar. Lasagna yang semula hanya dicoba sebagai stok justru mendapat respons cukup baik dari pelanggan. Saus yang digunakan pun dibuat sendiri.

“Awalnya coba stok, ternyata banyak yang suka. Ada sausnya juga, tetapi sausnya homemade,” jelasnya. Yang cukup berbeda adalah penggunaan lidah sapi. Bahan tersebut diolah menjadi menu seperti bistik sapi dan sauteed gyutan. Novita menyebut organ meat tersebut menjadi salah satu pilihan sumber protein. Namun, tidak semua produk langsung masuk ke rak penjualan. Novita melakukan kurasi dengan melihat bahan, produsen, rasa, tekstur, hingga harga.

“Harus riset dulu. Latar belakangnya bagaimana, bahannya bagaimana, aman atau tidak untuk anak-anak,” ungkapnya. Usaha tersebut bermula dari pengalaman Novita ketika anak pertamanya mulai sulit makan. Dari kebutuhan mencari makanan yang sesuai untuk anak, ia kemudian menemukan produsen MPASI dari Jogjakarta. Pengalaman pribadi itu akhirnya berkembang menjadi usaha yang menyediakan lebih banyak pilihan makanan anak.

Disunting kembali oleh Aqila

Baca Juga: Makan Hemat di Kota Malang, Ini Deretan Warteg dengan Lauk Beragam

Editor : Aditya N. Rian
Kedai Mama Barra menu bayi gerakan tutup mulut mpasi Kota Malang