Kenapa Harga Cabai di Pasar Besar Malang Bisa Berbeda Tiap Pedagang? Ini Kata Penjual

Salsabillah Putri Firdiansyah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:21 WIB
Cabai merah dijual dengan harga Rp64 Ribu di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (7/10). (SALSABILLAH PUTRI FIRDIANSYAH/ RADAR MALANG)
Cabai merah dijual dengan harga Rp64 Ribu di Pasar Besar Kota Malang, Rabu (7/10). (SALSABILLAH PUTRI FIRDIANSYAH/ RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Harga cabai rawit di Pasar Besar Malang tidak seragam. Saat harga di sejumlah lapak berada di kisaran Rp 64.000 per kilogram, pedagang kecil bisa menjual hingga Rp70.000 per kilogram. Perbedaan tersebut dipengaruhi jalur pasokan yang ditempuh sebelum cabai sampai ke tangan konsumen.

Pedagang cabai, Pratiwi, mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 64.000 per kilogram. Angka itu masih jauh di atas harga normal yang biasanya berada pada rentang Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

Jalur Pasokan Pengaruhi Harga

Pratiwi mengatakan harga cabai rawit yang diperolehnya dari pemasok berada di sekitar Rp59.000 per kilogram. Dengan harga jual Rp64.000, selisih yang didapat sekitar Rp 5.000 untuk setiap kilogram.

Harga tersebut bisa dipertahankan karena pedagang memperoleh pasokan secara langsung. Jalur pembelian yang lebih pendek membuat pedagang memiliki ruang untuk menjual dengan harga lebih kompetitif.

Baca Juga: Cabai Mahal, Pedagang Hindari Stok Menumpuk

Kondisi berbeda dialami Salati, pedagang yang berjualan di pinggiran lorong Pasar Besar Malang. Dia tidak mendapatkan cabai langsung dari pemasok sehingga harus membelinya terlebih dahulu dari pedagang sayur.

Salati menjual cabai sekitar Rp17.500 untuk seperempat kilogram. Jika dihitung per kilogram, harga tersebut setara dengan Rp70.000. Selisihnya sekitar Rp6.000 lebih mahal dibanding harga Rp64.000 di lapak pedagang yang mendapatkan pasokan langsung.

Perbedaan harga itu kemudian berpengaruh terhadap jumlah pembeli. Konsumen cenderung memilih lapak yang menawarkan harga lebih murah ketika mengetahui terdapat selisih harga untuk komoditas yang sama.

“Sekarang sepi, orang nyari yang murahnya,” kata Salati.

Kondisi tersebut menunjukkan panjang-pendeknya jalur distribusi ikut memengaruhi harga yang diterima konsumen. Pedagang yang harus membeli melalui pedagang lain memiliki tambahan biaya dibandingkan mereka yang bisa memperoleh pasokan langsung.

Harga Ayam Justru Turun

Sementara harga cabai masih tinggi, komoditas ayam justru mengalami penurunan. Harga ayam yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp42.000 per kilogram sejak Agustus kini turun menjadi sekitar Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Melambung, Tembus Rp 80 Ribu di Kota Malang

Maisura, pedagang ayam, mengatakan penurunan harga tersebut sudah mulai terjadi di pasar.

Kondisi itu sedikit memberi pilihan bagi konsumen dalam mengatur pengeluaran. Namun, tingginya harga cabai tetap menjadi salah satu komoditas yang membuat belanja kebutuhan dapur lebih mahal. (nj3)

Editor : Aditya Novrian
harga cabai Malang harga cabai rawit Pasar Besar Malang Harga Bahan Pokok harga pangan