Operasional Trans Jatim Koridor 2 Mundur Sehari

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:31 WIB
Ilustrasi Trans Jatim Koridor 2 (freepik)
Ilustrasi Trans Jatim Koridor 2 (freepik)

Dishub Jatim Target Bus Mengaspal 30 Oktober

KEPANJEN, RADAR MALANG – Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Oktober men datang. Namun, persiapan layanan transportasi yang menghubungkan Kota Malang dan Kabupaten Malang itu belum sepenuhnya rampung. Pengadaan halte masih dalam proses tender, sedangkan pemasangan rambu di wilayah Kabupaten Malang baru berjalan.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur Cito Eko Yuly Saputro meng atakan, jadwal operasional mundur sehari dari rencana awal.

Grafik Tentang Trans Jati, Koridor 2
Grafik Tentang Trans Jati, Koridor 2

Semula, layanan dijadwalkan beroperasi pada Kamis (29/10), tetapi diundur menjadi Jumat (30/10) sesuai permintaan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dishub Jatim menyiapkan 15 unit bus untuk melayani koridor tersebut. Setiap bus memiliki kapasitas 35 penumpang, terdiri atas 20 penumpang duduk dan 15 penumpang berdiri.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur pendukung masih berproses. Halte di rencanakan membentang dari kawasan Talangagung hingga Terminal Hamid Rusdi. Namun, pengerjaan fisik belum sepenuhnya dimulai karena masih menunggu proses pengadaan. ”Kalau infrastruktur, kayaknya selesai paling Desember,” kata Cito.

Baca Juga: Sopir Angkot di Malang Beber Alasan Tolak Trans Jatim Koridor II, Ini Perinciannya

Pemasangan rambu di Kabupaten Malang juga belum optimal. Hingga Kamis (8/10), baru dua rambu yang terpasang. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah menjelang operasional, mengingat kelengkapan fasilitas pendukung diperlukan untuk menunjang layanan.

Persiapan koridor ini juga menghadapi persoalan penggunaan terminal di Kota Malang. Dalam rapat lanjutan di Surabaya bersama perwakilan pemerintah daerah dan pengurus jalur angkutan kota, muncul penolakan terhadap rencana penggunaan Terminal Arjosari. ”Untuk OD-nya (ojol), hasil rapat hari ini teman-teman menolak di Terminal Arjosari,” ungkapnya.

Adapun skema trayek di wilayah Kabupaten Malang masih mengacu pada rencana sebelumnya. Sementara itu, keputusan mengenai kemungkinan tarif gratis saat peluncuran belum ditetapkan.

Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan Angkutan Wisata Penyambut Trans Jatim, Begini Penjelasannya

Cito menyebut, tarif reguler akan mengacu pada Trans Jatim Koridor 1, yakni Rp 5 ribu untuk penum pangumum dan Rp 2.500 bagi pelajar. Kebijakan diskon maupun pembebasan tarif saat peluncuran menjadi kewenangan gubernur. ”Tarif riilnya sama kayak Koridor 1,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Ali Mur tadlo menilai, kehadiran Trans Jatim dapat memperluas akses transportasi umum bagi masyarakat. Layanan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga dari wilayah selatan menuju pusat perkotaan maupun kawasan Malang Utara.

Politikus yang akrab disapa Gus Ali itu menyebut, transportasi massal berpotensi mengurangi ketergantungan pada kendaraan priba di. Selain menekan kepadatan lalu lintas, layanan ini dinilai lebih efisien dari sisi biaya perjalanan. ”Lebih aman naik Trans Jatim, lebih ngirit, lebih hemat, dan efisien,” tuturnya.

Menurut dia, manfaat lainnya adalah terbukanya peluang usaha di sekitar titik pemberhentian. Meningkatnya mobilitas penumpang berpotensi mendongkrak aktivitas perdagangan, terutama bagi pedagang makanan dan minuman.

”Warung kopi, warung jajan, kue, dan sebagainya juga akan berkembang di daerah-daerah terminal bayangan itu,” katanya.

Gus Ali berharap layanan tersebut berjalan lancar dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dia juga mendorong adanya angkutan lanjutan menuju destinasi wisata pesisir selatan, termasuk Pantai Balekambang, agar wisatawan lebih mudah menjangkau kawasan tersebut.

”Harapan kami Trans Jatim ini bisa berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan, dan membawa dampak perekonomian ke (warga) Malang Selatan,” sambungnya. (ram/adn)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
Operasional trans jatim Koridor 2 dprd dishub