Target Angkat Sedimen 700 Ribu Meter Kubik dari Sengguruh

Mahmudan • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:56 WIB
PERAWATAN: Tim Perum Jasa Tirta (PJT) 1 meninjau Bendungan Sengguruh beberapa waktu lalu. Rencananya akan dilakukan flushing atau pengerukan sedimentasi.
PERAWATAN: Tim Perum Jasa Tirta (PJT) 1 meninjau Bendungan Sengguruh beberapa waktu lalu. Rencananya akan dilakukan flushing atau pengerukan sedimentasi.

KEPANJEN, RADAR MALANG – Sebelum memasuki musim hujan, sedimentasi di Bendungan Sengguruh, Kepanjen bakal dikeruk. Pengerukan sedimentasi atau flushing agar bendungan berfungsi optimal, yakni menampung air sehingga tidak banjir. Air yang ditampung juga bisa dimanfaatkan untuk pertanian warga.

Dalam flushing kali ini, Perum Jasa Tirta (PJT) 1 menargetkan mampu mengeruk 700 ribu meter kubik. Ini merupakan flushing kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2023 lalu. Kepala Divisi Jasa Air Wilayah Sungai Brantas PJT I Adi Bowo Kusumo mengatakan, pelaksanaan flushing kali ini mengacu pada kajian 2023 lalu.

Baca Juga: Tangkal Banjir Soehat, BPBD Sarankan Pembersihan Sedimentasi Secara Berkala

Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan flushing tahun ini.

“Kalau melihat data pada 2025 lalu, bendungan sudah penuh dan curah hujan juga luar biasa besar. Karena itu kami melakukan pengendalian sedimentasi,” ujar Adi kemarin. Adi mengatakan, flushing direncanakan berlangsung selama 10 hari. Durasi tersebut dapat diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Dia menyebut, Bendungan Sengguruh sendiri merupakan bendungan pertama dalam sistem Sungai Brantas dan telah beroperasi sejak 1989. Bendungan itu memiliki kapasitas tampung sekitar 21 juta meter kubik.

Baca Juga: Wakil Gubernur Jatim Instruksikan Penanganan Sedimentasi Drainase Jalan Soekarno-Hatta di Kota Malang

Adi mengaku puas dengan hasil flushing 2023. “Flushing tahun 2023 sukses. Material yang tergelontor cukup banyak,” katanya.

Selain untuk mengendalikan sedimentasi, lanjutnya, kondisi waduk yang surut selama flushing juga dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang berada di area bendungan. ”Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi petugas untuk melakukan pekerjaan yang sulit dilakukan ketika waduk berada dalam kondisi normal,” katanya.

Adi mengatakan, tidak ada periode atau musim tertentu yang secara pasti menjadi jadwal flushing Bendungan Sengguruh. Pelaksanaannya lebih bergantung pada kondisi bendungan, sedimentasi, serta hasil evaluasi di lapangan.

Selama proses flushing, PJT I juga mengingatkan masyarakat memperhatikan aspek keselamatan. Diharapkan tidak mencari ikan di sekitar waduk ketika air surut “Utamakan keselamatan. Biasanya ketika ikan mabuk (selama flushing), banyak warga yang mencari ikan. Namun mereka lalai dengan keselamatan,” kata dia. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, PJT I berkoordinasi dengan sejumlah unsur keamanan dan keselamatan, termasuk TNI, Polri, BPBD, Linmas, dan PMI Kabupaten Malang.(nj1/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
Target Angkat Sedimen TNI Sengguruh PJT