RADAR MALANG – Ketika sepeda motor tidak lagi dipandang sekadar alat transportasi, peluang baru ikut terbuka bagi pelaku custom. Pemilik motor kini tidak hanya mencari kendaraan yang berfungsi untuk mobilitas harian, tetapi juga ingin memiliki tampilan yang mencerminkan karakter. Perubahan selera itu ikut menghidupkan bisnis bengkel custom di Malang. Salah satunya dijalani Vulla Hendrata melalui Ultimate Custom.
Bengkel yang berdiri sejak 2014 itu berawal dari kegemarannya mengutak-atik motor sejak duduk di bangku SMP. Vulla bahkan tidak memiliki latar belakang pendidikan otomotif formal. Bisnis tersebut berkembang setelah karya motor buatannya terjual. Dari satu proyek, permintaan datang dari pemilik motor lain dan berlanjut menjadi pekerjaan custom secara rutin.
Baca Juga: Motor dan Trans Jatim Terlibat Kecelakaan, Bocah 10 Tahun Meninggal
“Awal berjalan karena karya motor saya laku terjual dan ada rekan buyer yang minta dibuatkan juga. Begitu terus bertahap sampai hari ini,” tuturnya. Kini, mayoritas konsumen Ultimate Custom justru meminta motor yang tetap nyaman digunakan seharihari. Artinya, perubahan tampilan tidak selalu berujung pada motor pajangan. Unsur fungsi tetap dipertahankan, sementara desain dibuat lebih personal dan menarik.
Pengerjaan satu motor tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Pemilik biasanya harus menunggu sekitar satu hingga dua bulan, tergantung tingkat kerumitan konsep dan antrean pekerjaan. Menurut Vulla, bagian tersulit justru berada di tahap akhir. Detail kecil menentukan hasil keseluruhan motor, mulai pengecatan hingga kerapian setiap komponen.
“Tantangan tersulit ada di bagian finishing. Seperti pengerjaan painting, detailing, dan kerapian,” tegasnya. Konsekuensinya terlihat dari biaya. Di Ultimate Custom, biaya pengerjaan minimal dipatok sekitar tiga kali harga dasar motor. Nilainya bisa meningkat sesuai tingkat detail dan material yang digunakan. Salah satu proyek paling berkesan adalah Honda Stylo 160 bertajuk Arjuno dalam Honda Dream Ride Project.
Disunting kembali oleh Aqila
Baca Juga: Kisah Wari, Penjual Es Krim Keliling di Kota Batu yang Hampir Kehilangan Motor
Editor : Aditya N. Rian