Kisah El Padre, Kolektor Motor Lawas Malang yang Buru Sparepart hingga Amerika Serikat

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 19:19 WIB
KOMPAK: Anggota Stalen Zuiger MC beristirahat ketika menjalani touring bersama beberapa waktu lalu. (DOKUMEN STALEN ZUIGER MC)
KOMPAK: Anggota Stalen Zuiger MC beristirahat ketika menjalani touring bersama beberapa waktu lalu. (Dokumen Stalen Zuiger MC)

RADAR MALANG – Bagi sebagian penghobi, motor custom bukan hanya soal membuat kendaraan terlihat berbeda. Ada yang justru tertarik mengejar sejarah di balik sebuah motor. Semakin tua dan langka unitnya, semakin besar pula tantangan untuk mendapatkan kendaraan maupun komponen pendukungnya.

Meidiangga termasuk penghobi yang menekuni sisi tersebut. Ketertarikannya terhadap motor custom bermula saat masih menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya pada 2015. Saat itu, ia menggunakan motor rakitan Honda GL 200 dan Yamaha Scorpio bergaya Cafe Racer. Setelah bergabung dengan Stalen Zuiger, ketertarikannya berkembang menjadi kegemaran mengoleksi motor.

Salah satu motor besar pertamanya adalah Suzuki GS 500 bekas kendaraan patroli kepolisian yang diperoleh melalui lelang. Koleksinya kemudian meluas ke berbagai merek dan negara, seperti Triumph T120 dari Inggris dan Harley-Davidson Sportster dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Motor Custom di Malang Makin Diminati, Ini Alasan Orang Rela Antre hingga 2 Bulan

Menurut Meidiangga, setiap motor memiliki karakter berkendara yang berbeda. Sejak 2019, ia mulai lebih serius memburu motor lawas. Referensinya diperoleh dari diskusi dengan anggota klub, literatur otomotif, hingga majalah seperti Outcult dan DicE. Dari sana, koleksinya berkembang.

Ia memiliki Triumph TR6 Trophy 1972 dan Harley-Davidson Shovelhead pada tahun yang sama. Hingga kini, koleksinya mencakup empat generasi Harley-Davidson, yakni Knucklehead, Panhead, Shovelhead, dan Evolution. Perburuan tidak berhenti pada unit motor. Komponen lama juga menjadi bagian dari koleksi.

Meidiangga memanfaatkan jaringan komunitas untuk mencari sparepart, termasuk melalui Swap Meet di Amerika Serikat hingga berbagai gelaran otomotif di Asia. Komponen tersebut kemudian digunakan untuk mendekatkan kondisi motor dengan spesifikasi aslinya. Salah satunya Harley-Davidson FL Hydra-Glide 1949 yang membutuhkan berbagai komponen lawas hingga baut dengan spesifikasi tertentu.

“Jadi mengoleksi sparepart tersebut seperti koleksi barang antik,” ungkap pria yang akrab disapa El Padre tersebut. Meski sudah memiliki puluhan motor custom langka, perburuan belum berhenti. Meidiangga masih mengincar Shovel Generator dan First Panhead keluaran 1948 yang hanya diproduksi selama satu tahun. “Shovel Generator dan First Panhead keluaran 1948 juga sangat langka karena hanya diproduksi satu tahun saja. Itu yang akan menjadi target saya ke depannya,” pungkasnya.

Disunting kembali oleh Aqila

Baca Juga: Kisah Wari, Penjual Es Krim Keliling di Kota Batu yang Hampir Kehilangan Motor

Editor : Aditya N. Rian
Meidiangga Harley-Davidson sparepart langka kolektor motor Motor Lawas