JAKARTA, RADAR MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Termasuk upaya pengurangan emisi gas rumah kaca. Komitmen tersebut sejalan dengan Dasa Bakti Ngalam Seger dan Ngalam Rijik.
Hal ini disampaikan pada Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Daerah dalam Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pembangunan Rendah Karbon Berketahanan Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Selasa (13/10). Partisipasi kepala daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Termasuk melalui penguatan tata kelola dan kolaborasi dalam upaya pengendalian emisi.
"Ngalam Seger dan Ngalam Rijik menjadi bagian dari komitmen Kota Malang untuk mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca. Serta mewujudkan pembangunan yang lebih berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan,” ujar Wahyu. Lebih lanjut, Pemkot Malang telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pengendalian emisi gas rumah kaca. Salah satunya melalui pengelolaan sampah berkelanjutan dan penyusunan inventarisasi Gas Rumah Kaca.
Upaya tersebut mencakup pengurangan emisi dalam pengelolaan sampah di TPA Supit Urang, pengurangan sampah dari sumber melalui TPS 3R dan bank sampah. Selain itu, Pemkot Malang juga telah melakukan inventarisasi gas rumah kaca sebagai dasar untuk mengidentifikasi sumber emisi dan memperkuat langkah pengurangannya.
"Berbagai upaya ini akan terus kami perkuat dan sinergikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Sehingga upaya menjaga lingkungan tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi memberikan nilai tambah kepada masyarakat,” terang Wahyu.
Sebagai informasi, kegiatan ini menghadirkan Gubernur dan Bupati / Wali Kota di wilayah Sumatera dan Jawa dengan didampingi perangkat daerah terkait. Sejumlah materi yang disampaikan diantaranya diseminasi kebijakan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Kebijakan Pengendalian Perubahan Iklim, Kebijakan Rencana Operasional Zero Waste Zero Emission, serta Inventarisasi GRK dan Sistem Registri.
Editor : Andika Satria Perdana