MALANG KOTA, RADAR MALANG – Antrean sepeda motor untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terlihat di SPBU Brantas, Kota Malang. Sejumlah pengendara bahkan rela datang sebelum pelayanan dibuka karena menilai Pertalite belakangan lebih sulit ditemukan. Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi pengemudi ojek online yang bergantung pada BBM terjangkau untuk bekerja.
Pada Jumat (16/10), deretan sepeda motor tampak mengantre di area SPBU tersebut. Antrean bahkan terbentuk sebelum pelayanan dimulai pukul 12.30 WIB. Sejumlah konsumen memilih datang lebih awal agar tidak kehabisan bahan bakar.
Salah satunya Wahyu Kencana. Dia mengaku sudah mengantre sejak pukul 11.55 WIB atau sekitar 35 menit sebelum SPBU mulai melayani pembeli.
“Sekarang Pertalite rasanya lebih jarang ada. Makanya, saya memilih datang lebih awal supaya bisa kebagian stok,” ujarnya.
Baca Juga: Permintaan Pertalite Kota Malang Meningkat, Antrean Bukan Karena Kelangkaan BBM
Pengemudi Ojol Khawatir Biaya Operasional Bertambah
Ketersediaan Pertalite juga menjadi perhatian pengemudi ojek online (ojol), Bambang Erji dan Fais Dion. Bagi mereka, bahan bakar merupakan salah satu komponen utama biaya operasional harian. Beralih ke BBM dengan harga lebih tinggi berpotensi mengurangi pendapatan bersih.
“Kalau harus beralih ke Pertamax, pengeluaran pasti bertambah karena harganya lebih mahal. Sementara kami harus menghitung biaya operasional setiap hari, termasuk untuk bahan bakar,” ujar Bambang.
Fais juga menilai Pertalite masih menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk menunjang pekerjaannya. Selain pengeluaran tambahan, antrean panjang turut memengaruhi waktu yang bisa digunakan untuk mencari penumpang.
“Pertalite masih menjadi pilihan karena lebih terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau harus mengantre lebih lama, waktu untuk mencari penumpang juga bisa berkurang,” katanya.
Baca Juga: Pertalite Langka di Bali, Warga Antre Berjam-jam demi BBM
Pengendara Mengaku Kesulitan Mendapatkan Pertalite
Fais mengatakan, kesulitan mendapatkan Pertalite tidak hanya dirasakannya di Kota Malang. Dia mengaku sempat mencari BBM tersebut di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang, tetapi tidak menemukannya di sejumlah lokasi yang didatangi.
“Ini tadi saya dari daerah Kepanjen sudah kosong semua Pertalite. Gak tahu kenapa ya, kok susah sekali cari Pertalite,” ujarnya.
Meski demikian, para pengendara mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab Pertalite dinilai lebih sulit ditemukan. Ketersediaan BBM tersebut menjadi perhatian konsumen karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas sehari-hari, terutama bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan bermotor untuk mencari penghasilan.
Editor : Aditya Novrian