Apalagi orang tuanya hanya berprofesi jadi tukang buruh tani di desanya. Namun, berkat ide kreatif yang ditawarkan pada masyarakat untuk membangun ekonomi desa, dia terpilih dan mengalahkan 4 calon lain yang relatif lebih kaya dari segi finansial.
“Dari kecil saya dari keluarga biasa. Orang tua saya cuma buruh. Jadi saya door to door tanpa bawa apa-apa ke rumah warga untuk cari dukungan,” kata pria yang pernah merantau ke ibu kota ini, Selasa (14/7).
MAKE OVER: Dusun Ngebrong, Tawangsari, Pujon bakal dijadikan destinasi wisata kampung surga.
Dia mengaku optimistis jika keinginannya untuk membangun desa bisa tersampaikan secara maksimal. Sehingga, dia bisa merebut hati warganya. “Saya sampaikan dari rumah ke rumah, saya cuma ingin mengabdi di desa,” ungkapnya.
Tak hanya itu, masih kata dia, kampanye tanpa tim sukses tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan ide pembangunan ekonomi desa. Di antaranya, kampung surga, wisata edukasi berbasis pertanian, petik apel, dan kampung anggrek.
“Anggreknya sudah mulai dibudidayakan. Termasuk media untuk ditanami anggrek juga sudah mulai dibuat warga,” jelas anak nomor dua dari empat bersaudara ini.
Pewarta: Imam Nasrodin
Foto: Imam Nasrodin
Editor: Hendarmono Al Sidarto Editor : Radar Malang Administrator