Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Mahmud mengatakan, salah satu masalah krusial di GOR adalah instalasi air. Termasuk fasilitas toiletnya. Sehingga ketika ada event, GOR butuh bantuan mobil tangki air. Juga toilet portabel.
"Instalasi air dan pompanya sempat diperbaiki. Tapi rusak lagi," kata Didik.
Untuk mengatasi masalah ini, tandon air bakal dibangun di GOR Gajah Mada. Anggarannya Rp 170 juta dari APBD 2020. Rencananya, pembangunan tandon bakal dimulai Agustus nanti.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Thohari menyoroti pengelolaan GOR. Ternyata, DPKPP (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan) belum menyerahkannya ke Dinas Pendidikan. Harusnya, penyerahan itu dilakukan 2019 lalu.
Dia berharap, Pemkot Batu segera menyelesaikan masalah ini.
"Seharusnya dari Dinas Perumahan diserahkan ke BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) lalu ke Dinas Pendidikan sebagai pengelola. Nah keadaannya sekarang untuk perawatan anggarannya masih ikut Dinas Perumahan," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk perawatan GOR. Dia khawatir terjadi double pencatatan anggaran dengan DPKPP.
"Jika dianggarkan maka aset satu tetapi diakui dua SKPD nanti mempengaruhi neraca catatan aset," katanya.
Pewarta: Nugraha Perdana
Foto: Nugraha Perdana
Editor: Indra M Editor : Mufarendra