Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ada 106 Kasus Positif Covid-19, Kedungkandang Paling Rawan

Mufarendra • Rabu, 15 Juli 2020 | 19:59 WIB
Jembatan penghubung Mergosono dengan Bumiayu ini ditutup seiring penerapan PSBL di Kelurahan Mergosono. Foto: Rubianto/Radar Malang
Jembatan penghubung Mergosono dengan Bumiayu ini ditutup seiring penerapan PSBL di Kelurahan Mergosono. Foto: Rubianto/Radar Malang
KOTA MALANG - Hingga Senin (13/7), Satgas Covid-19 mencatat ada 346 kasus positif Covid-19 di Kota Malang. Dari jumlah itu, 106 kasus di antaranya berasal dari Kecamatan Kedungkandang.
Rinciannya, 80 orang masih menjalani perawatan, 20 orang telah sembuh, dan 6 orang meninggal dunia.
Satgas juga mendata, dari 12 kelurahan yang ada di Kedungkandang, Kelurahan Mergosono menjadi yang terbanyak, yakni 22 orang. Separonya atau 11 orang terpapar dari klaster keluarga.
”Kasus lainnya itu parsial, di Kedungkandang jika ada 1 positif langsung kita sikapi dan lakukan tracing,” ujar Camat Kedungkandang Donny Sandito kemarin (14/7).
Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi kesadaran warga Mergosono dengan melakukan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL) terhitung sejak Jumat lalu (10/7). ”Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di kelurahan yang lain jika memang menjadi episentrum penularan,” kata Donny.
Selain Mergosono, dia mengatakan, di Kelurahan Kotalama juga ada peningkatan jumlah warga yang positif Covid-19 hingga menyentuh angka 22 kasus.
Apakah Kotalama segera menyusul PSBL? Pihaknya menyebutkan, perlu adanya persetujuan dari semua pihak khususnya warga setempat itu sendiri. ”Kotalama ini agak kompleks jika dilaksanakan PSBL. Karena wilayahnya banyak akses masuk, misalnya di Muharto, banyak gang kecil, permukimannya juga padat,” lanjutnya.
Pelaksanaan PSBL ini, dia mengatakan, memang harus dari inisiatif warga supaya tidak menimbulkan pro kontra. Namun, langkah ini bisa menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kasus positif. ”Kalau kita lihat di Mergosono, karena lalu-lalang warga terdata, didapati kurang lebih 20 orang yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat Celcius, beberapa sudah kami rapid test dan hasilnya non-reaktif, ini sebagai langkah mitigasi awal,” ungkapnya.
Di sisi lain, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, ada beberapa titik kasus positif di Kedungkandang, salah satunya yang banyak adalah di Mergosono. ”Info yang masuk ke Satgas Covid-19, Arjowinangun juga banyak, beberapa kebijakan dari pemerintah kota jika ada yang positif tanpa gejala, langsung dibawa ke safe house,” ujar Husnul.
Sedangkan untuk pasien gejala ringan, segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang. Dari total 31 warga yang ada di safe house saat ini, beberapa di antaranya, Husnul mengungkapkan, merupakan warga Mergosono.
Pewarta: Arlita Ulya
Editor: Indra M Editor : Mufarendra
#korona di kota malang #korona kota malang #kecamatan kedungkandang #kasus korona di kedungkandang #kasus covid-19 kota malang #Pasien Covid-19 #Kota Malang