Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, hingga semester i/2020 tercatat 1 ibu dan 19 bayi meninggal yang tersebar di 3 kecamatan. Bayi yang dimaksud yakni yang masih hidup selama 12 bulan lalu meninggal dunia. Sedangkan selama tahun 2019 hanya terdapat 9 kasus kematian bayi dan ibu tidak ada.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Hayati mengatakan, tingginya angka kematian bayi di wilayahnya tentu menjadi sorotan tersendiri dari pihaknya. Dinkes masih terus berupaya mengawasi secara ketat para ibu-ibu hamil dengan risiko tinggi (risti).
"Sesuai catatan data yang ada di wilayah Puskesmas Batu ada 8 bayi, lalu wilayah Puskesmas Bumiaji terdapat 5 bayi, kemudian wilayah Puskesmas Sisir ada 4 bayi, dan wilayah Puskesmas Junrejo 2 bayi. Jadi totalnya 19 bayi," ungkap dia.
Hayati mengatakan, penyebab kematian bayi didominasi karena gagal napas karena adanya riwayat sakit dari ibu bayi.
"Misal adanya infeksi menular seksual atau infeksi gigi. Idealnya selama hamil kesehatan gigi, ibu harus memeriksakan gigi ke dokter minimal satu kali," kata dia.
Selain itu, Hayati melanjutkan, penyebab kasus kematian bayi karena lahir prematur. Akibatnya berat bayi lahir rendah (BBLR) di bawah 2,5 kilogram.
Sedangkan untuk kasus kematian 1 ibu hamil karena paparan Covid-19 yang meninggal bersama bayi di kandungannya pada 17 Juni lalu.
Lalu, bagi masyarakat bila mengetahui terjadi kematian, baik ibu atau bayi diminta melapor ke Dinkes sebelum 24 jam. Supaya dapat dicari riwayat kronologinya dan kemudian dilakukan audit.
Pewarta: Nugraha Perdana
Foto: Nugraha Perdana
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.