“Kami memang sengaja menggencarkan penanaman pohon kakao di TPU Kasin ini. Sebelumnya, kami juga melakukan penanaman tanaman kopi di areal pemakaman,” ujar Kepala UPT PPU Takroni Akbar.
Pertimbangan penanaman kakao, kata Takroni, karena buah dari tanaman Theobroma cacao L. ini memiliki banyak manfaat, baik dijadikan olahan makanan ataupun minuman. Selain itu, juga sebagai penambah oksigen.
Selain TPU Sukun, TPU Mergan juga menjadi kawasan yang ditanami pohon kakao. Totalnya, 20 pohon ditanam di area TPU Mergan dan 190 pohon di area lahan TPU Kasin. Jauh sebelum kakao, pihaknya menanam kopi di TPU Sukun dan sudah terkenal dengan istilah Kopi Tulang.
”Pohon-pohonnya saat ini sudah ada yang berbunga dan juga ada yang sudah berbuah sempurna, namun belum matang. Yang di TPU Kasin sudah ada sekitar 10 sampai 15 pohon yang berbuah. Lainnya sedang berbunga,” ungkapnya.
Penanamannya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2018. ”Ya cepat juga. Baru dua tahun sudah berbunga dan mulai berbuah pohonnya. Ini berarti tanah di area pemakaman kan subur,” bebernya. Biasanya kakao berupa bunga hingga berbuah sekitar tiga sampai empat tahun.
Karena itu, melihat suburnya tanaman kakao itu, nantinya jika anggaran memungkinkan, UPT PPU berencana melakukan penambahan jumlah pohon kakao di beberapa area pemakaman. Rencananya, dalam pengolahan nanti akan melibatkan masyarakat.
Sementara itu, Juru Kunci TPU Kasin Wiyono mengatakan, untuk perawatannya dilakukan beberapa orang. ”Sesekali tanaman kakao ini juga kami sirami, ya tentu bergiliran dengan tanaman lain,” jelas Wiyono yang juga koordinator Kampung Keramat itu.
Pewarta: Sandra Desi
Foto: Mahfud
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.