Pria yang bernama asli Samsul Subakri itu mengkreasikan dengan mendaur ulang botol kaca bekas menjadi aneka hiasan yang cantik dan menarik.
Satu botol bekas, di tangan pria berambut panjang ini, bisa disulap menjadi kap lampu pada bagian atasnya, sedangkan bagian bawahnya bisa diubah menjadi wadah lilin yang estetik.
Untuk menghasilkan karya yang estetik itu, Mbah Jo memotong botol beling dan dihias dengan teknik grandim. Semua yang dia ketahui itu dituangkannya dalam kegiatan Workshop Potong Botol Kaca dan Grandim di Dewan Kesenian Malang, Minggu (2/8).
“Jadi hari ini kami bersama ibu-ibu belajar memotong botol beling dan dihias dengan teknik grandim,” ujar Mbah Jo yang menjadi pemateri ditemani istrinya.
Menurut Mbah Jo, teknik grandim yang dipakainya merupakan teknik sulam atau rajut paling kuno di Jawa. Ibu-ibu yang ikut workshop terlihat antusias mengikuti tahap demi tahap pembuatan yang diajarkan dia.
Dia pun menjelaskan, botol kaca yang sudah disiapkan peserta workshop dipotong menggunakan pemotong kaca. Selanjutnya, kaca yang sudah terlihat garis potongnya akan dipanasi menggunakan gas torch (pemantik api tegangan tinggi). Setelah itu, dalam kondisi masih panas botol dicelupkan ke dalam air dingin, maka botol akan pecah atau terpotong sesuai garis (thermal shock).
“Jika (hasil kreativitas dari botol) ini dijual, bisa dibanderol harga minimal 30 ribu, padahal harga beli botol bekasnya hanya 250-1.000 rupiah saja,” ungkapnya.
“Semakin mahal harga jualnya tergantung dari kreativitas masing-masing pembuatnya,” kata laki-laki 54 tahun itu bersama istrinya yang sabar memberi arahan kepada ibu-ibu peserta workshop yang berjumlah 15 orang ini.
Pewarta: Intan Refa Septiana
Foto: Laoh Mahfud
Editor: Hendarmono Al S Editor : Editor : Hendarmono Al S.